Kesepakatan Sudah Ditandatangani, Proyek PSEL Padang Terkendala Pasokan Sampah

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Padang belum dapat dilanjutkan karena pasokan sampah belum memenuhi kapasitas yang dibutuhkan. Timbulan sampah di Kota Padang saat ini sekitar 690 ton per hari, sedangkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi membutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton per hari.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan kondisi tersebut membuat pembangunan PSEL Padang belum dapat dilanjutkan. Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Kota Padang, Kamis (20/8).

“PSEL Padang belum, karena kapasitas sampahnya belum memenuhi untuk waste to energy 1.000 ton per hari. Kalau di Padang baru 690 ton,” kata Diaz, dikutip dari Langgam.id.

Dengan kondisi tersebut, pasokan sampah Padang masih kurang sekitar 310 ton per hari dari kapasitas yang dibutuhkan untuk pengoperasian fasilitas PSEL.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membenarkan rencana pembangunan PSEL Padang sebelumnya telah memasuki tahap kerja sama dengan pemerintah pusat. Pemprov Sumbar dan Pemko Padang telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rencana pembangunan fasilitas tersebut.

“Memang sebelumnya Pemprov Sumbar bersama Pemko Padang sudah tanda tangan dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk proyek PSEL. Tetapi memang kapasitas sampah di TPA Air Dingin Padang belum memenuhi syarat,” kata Mahyeldi.

Menurut Diaz, persoalan kapasitas sampah tersebut menunjukkan perlunya penguatan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah dari hulu agar pengolahan pada tahap berikutnya berjalan lebih efektif.

“Untuk Sumatera Barat saya kira bisa dilakukan, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah di hulu,” ujarnya.

Diaz mengatakan timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 144 ribu ton per hari. Namun, baru sekitar 25 persen yang terkelola.

Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu kunci untuk mengejar target Indonesia bebas sampah pada 2029. Sampah yang tidak dipilah sejak awal akan menyulitkan proses pengolahan, termasuk ketika menggunakan teknologi modern.

“Pemilahan sampah dari hulu untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2029. Karena jika tidak dipilah, secanggih apa pun sistem kita saat ini tidak akan berfungsi maksimal,” tegasnya.

Dengan belum terpenuhinya kapasitas pasokan sampah, rencana pembangunan PSEL Padang masih terkendala. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumber sebelum rencana pembangunan fasilitas tersebut dapat dilanjutkan. (lgm)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0