PADANG, KP — Hampir tiga pekan setelah banjir menggenangi kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sejumlah warga belum berani kembali ke rumah. Mereka masih bertahan di rumah kerabat karena khawatir banjir kembali terjadi saat hujan deras.
Salah satunya Marni, warga yang rumahnya berada di bantaran sungai. Sejak banjir menggenangi rumahnya pada awal Agustus 2026, ia memilih tinggal sementara di rumah saudara yang lokasinya lebih jauh dari sungai. “Saat banjir waktu itu, air sudah masuk ke rumah. Saya kemudian menyelamatkan diri ke rumah saudara yang lokasinya lebih jauh dari sungai,” ujar Marni, Kamis (20/8).
Marni mengatakan, rasa waswas kembali muncul setiap kali hujan turun. Ia merasa lebih aman tinggal di rumah saudaranya karena rumahnya berada sangat dekat dengan aliran sungai. “Sekarang kalau hujan turun, saya masih was-was. Karena rumah sangat dekat dengan sungai. Jadi untuk sementara saya tinggal di rumah saudara dan lebih merasa aman,” katanya, dikutip dari Langgam.id
Kekhawatiran itu semakin terasa setelah hujan mengguyur kawasan Lapau Munggu dalam dua hari terakhir hingga malam. Menurut Marni, air sungai lebih cepat keruh dan volumenya meningkat ketika hujan turun. “Sekarang kalau hujan turun, air langsung keruh dan cepat membesar. Dulu tidak seperti ini,” tuturnya.
Karena itu, Marni masih menunggu penanganan pascabanjir, terutama penggalian sungai dan pembangunan tanggul. Ia berharap pekerjaan tersebut segera diselesaikan agar warga memiliki kepastian untuk kembali ke rumah. “Saya masih menunggu penggalian sungai dan pembangunan tanggul selesai. Kalau sudah selesai, mudah-mudahan saya bisa memastikan untuk kembali pulang,” ujarnya.
Ia berharap penanganan kawasan terdampak banjir dipercepat sehingga warga tidak terus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan turun. “Harapannya penanganan bencana ini bisa lebih cepat, supaya kami dan masyarakat di sini tidak terus merasa khawatir kalau hujan turun,” katanya. (lgm)