PAYAKUMBUH, KP – Langkah tegas Walikota Payakumbuh Zulmaeta, bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, POM, dan Satpol PP menyegel Cafe AWK di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis dinihari lalu (17/4), mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar memberikan apresiasi dan dukungan, namun ada juga yang mempertanyakan keberadaan kafe-kafe lainnya.
Salah satu pengguna media sosial Instagram, @Fadlyyferry, menyambut baik langkah ini dengan harapan tidak ada lagi cafe serupa yang beroperasi. Sementara, akun jayaputrarahmat menyoroti maraknya kafe ‘aneh-aneh’ di Payakumbuh.
“Kenapa sekarang di Payakumbuh banyak kafe aneh-aneh, ya?” tulisnya.
Tak hanya warga Kota Payakumbuh, ada juga yang berharap upaya serupa dilakukan di wilayah lain, seperti Kabupaten Limapuluh Kota. Akun @indun_lara berkomentar: “Masih banyak tu, Pak, di Tabek Panjang pun ado.”
Selain itu, beberapa warganet meminta agar pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) tidak tebang pilih, karena dinilai masih ada cafe serupa yang tetap beroperasi di kawasan lain, seperti Ngalau, Simpang Benteng, dan Balai Panjang.
Hal ini diperkuat unggahan akun Facebook @Kang Viral yang memposting video aktivitas diduga di kamar karaoke di kawasan Simpang Benteng. Dalam video tersebut, tampak sejumlah wanita muda diduga sebagai Ladies Companion (LC) tengah asyik berkaraoke sambil menenggak minuman keras (miras). Beberapa di antaranya bahkan terlihat mabuk.
“Pak Wako Payakumbuh ini bagaimana? Kabarnya di kawasan Simpang Benteng masih ada aktivitas serupa,” tulisnya.
Sebelumnya, tim gabungan yang dipimpin Wako Zulmaeta melakukan penyegelan terhadap Cafe AWK, yang disebut-sebut meresahkan warga sekitar karena beroperasi hingga dini hari dan diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan Penyakit Masyarakat (Pekat). (dst)
