PADANG PARIAMAN, KP – Camat Ulakan Tapakis, Efinaldi, mengumpulkan empat walinagari yang berada di sepanjang aliran sungai Batang Tapakih, yaitu Nagari Kampung Gelapung, Nagari Sandi Ulakan, Nagari Manggopoh, dan Nagari Ulakan, Rabu (14/5). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan gotong royong akbar pembukaan aliran muara Batang Tapakih beberapa waktu lalu.
Efinaldi menyampaikan, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis telah menemui Direktur Jenderal Perkeretaapian di Jakarta terkait upaya perbaikan ini. Menurutnya, bupati telah meminta bekas bantalan rel kereta api yang terbuat dari beton.
“Di gudang KAI di Padang, bantalan itu masih banyak,” ujar Efinaldi.
Menurutnya, Dirjen Perkeretaapian telah menyetujui permintaan untuk memanfaatkan bantalan beton rel bekas tersebut sebagai pengaman muara sungai (grib). Pengerjaan teknis nantinya akan diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman.
Ua mengungkapkan, untuk antisipasi awal menahan pasir supaya tidak tergerus arus sungai, pihaknya akan memancang bambu di kiri dan kanan mulut muara menggunakan alat berat.
“Alat berat itu hanya dimiliki PU Provinsi Sumbar, dan kita telah berkoordinasi dengan Gubernur. Jadi menunggu kapan waktu yang tepat dari Gubernur Mahyeldi,” katanya.
Ia menambahkan, alat berat yang digunakan saat gotong-royong akbar sebelumnya akan kembali digunakan untuk pemasangan bambu dan melanjutkan pembersihan lebih jauh ke hulu sungai.
“Setelah goro akbar tersebut, belum ada terlihat tanda-tanda banjir di tepian aliran batang Tapakis meskipun hujan lebat beberapa hari belakangan,” pungkas Efinaldi. (wrm)
