Home » Jembatan Gantung Suliki Putus, Puluhan KK Terdampak

Jembatan Gantung Suliki Putus, Puluhan KK Terdampak

Redaksi
A+A-
Reset

LIMAPULUH KOTA, KP — Akses utama masyarakat di Jorong Ateh Koto, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Liampuluh Kota lumpuh total. Jembatan gantung Lombah yang menjadi urat nadi perekonomian warga rusak parah dan tak bisa lagi dilewati setelah pondasinya dihantam arus sungai yang meluap akibat hujan deras sejak Rabu malam (26/11).

Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra, saat meninjau lokasi, Kamis (27/11), memastikan bahwa jembatan tersebut kini dalam kondisi putus total dan tidak bisa dilintasi.

“Jembatan ini menghubungkan Suliki ke Jorong Ateh Koto. Di seberang sana ada sekitar 40 Kepala Keluarga yang tinggal. Sekarang jalan ini sudah putus total karena pondasinya digerus oleh air sungai akibat derasnya hujan tadi malam,” ujar Iptu Doni.

Menurut Doni, kerusakan jembatan sudah terdeteksi sejak Rabu malam (26/11) saat debit air sungai naik drastis. Putusnya akses ini berdampak besar, karena selain menjadi penghubung permukiman, jembatan ini merupakan jalur utama para petani menuju ladang, kebun, dan area persawahan di seberang sungai.

“Jembatan ini bukan hanya untuk warga yang tinggal di Ateh Koto, tapi juga jalan para petani. Banyak ladang, kebun, dan sawah masyarakat di atas. Sekarang mereka tidak bisa melintas,” lanjutnya.

Akibat kejadian ini, warga terpaksa mencari jalan lain dengan memutar melewati jembatan gantung di Jorong Lombah. Jalur alternatif ini memaksa warga menempuh jarak ekstra sekitar satu kilometer dari rute biasanya.

Guna mencegah korban jiwa, pihak kepolisian bersama pemerintah nagari memasang garis polisi di kedua sisi jembatan sebagai tanda larangan melintas. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Limapuluh Kota juga dilaporkan sudah meninjau lokasi untuk pendataan kerusakan.

“Kami mengimbau masyarakat supaya jangan melewati jembatan ini. Sangat berbahaya. Dinas PU sudah turun melihat kondisi jembatan, dan kami telah memasang garis polisi agar masyarakat tidak lagi masuk atau mencoba melintas,” tegas Kapolsek.

Hingga Kamis siang (27/11), arus sungai masih terpantau deras. Pemerintah nagari bersama pihak kecamatan terus melakukan survei untuk menentukan langkah perbaikan secepatnya. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?