Tanah Datar, KP — Bupati Tanah Datar Eka Putra melakukan kunjungan ke Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka memperkuat silaturahmi pembangunan bersama Bupati Madina Saipullah Nasution. Pertemuan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati setempat yang dikenal sebagai Bumi Gordang Sambilan, Kamis malam (23/4).
Dalam pertemuan tersebut, Eka Putra menekankan pentingnya orientasi masa depan dan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan daerah. Ia memaparkan sejumlah program unggulan di Tanah Datar, seperti bajak sawah gratis, asuransi pertanian dengan nilai ganti rugi hingga Rp6 juta per hektare, serta bantuan biaya tanam bagi petani yang didukung teknologi berbasis aplikasi dan satelit.
Di sektor ekonomi, program “Satu Nagari, Satu Event” dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah dalam satu kegiatan. Sementara di bidang keagamaan, program “Satu Rumah, Satu Hafidz/Hafidzah” telah melahirkan lebih dari 20 ribu penghafal Al-Qur’an.
Eka Putra juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana, mengingat Tanah Datar termasuk daerah rawan. Pemerintah daerah, katanya, telah mengembangkan konsep Desa Tangguh Bencana, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam tata kelola pemerintahan, ia menegaskan prinsip pelayanan publik sebagai prioritas utama, dengan berbagai inovasi seperti efisiensi anggaran, pembatasan fasilitas pejabat, layanan pengaduan masyarakat, hingga pembangunan Mal Pelayanan Publik.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat sejahtera dan bahagia,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan sekaligus bertukar pengalaman.
“Ini kehormatan bagi kami. Selain mempererat hubungan, juga menjadi kesempatan untuk belajar dari pengalaman beliau dalam memimpin,” ungkapnya.
Sebagai kepala daerah yang baru, Saipullah menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi, termasuk rencana mengirim perangkat daerah untuk mempelajari program unggulan Tanah Datar.
Ia juga memaparkan kondisi daerahnya dengan luas wilayah sekitar 6.600 km² dan jumlah penduduk 505 ribu jiwa. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mandailing Natal tercatat sebesar 74,3, dengan pertumbuhan ekonomi 4,3 persen dan target meningkat hingga 8 persen.
Di sektor pertanian, daerah tersebut mencatat surplus produksi sekitar 34 ribu ton per tahun dari kebutuhan 32 ribu ton. Potensi lain meliputi perkebunan sawit seluas 166 ribu hektare, pertambangan emas, energi panas bumi, hingga kawasan konservasi Taman Nasional Batang Gadis.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua kepala daerah untuk memperkuat kerja sama lintas wilayah sebagai strategi percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. (yon)
