JAKARTA, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat langkah menuju jejaring Kota Kreatif UNESCO kategori City of Gastronomy dengan mengalihkan fokus pengembangan ke subsektor kuliner.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam audiensi di Jakarta, Kamis (7/5).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penilaian Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia yang menetapkan perubahan fokus dari seni pertunjukan ke subsektor kuliner sebagai sektor unggulan.
“Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga lokomotif ekonomi kerakyatan. Karena itu, kita siapkan langkah konkret agar Padang siap menjadi City of Gastronomy UNESCO pada 2027,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, pengembangan sektor kuliner akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas.
Dalam pertemuan itu, turut hadir Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network Haris Satria serta perwakilan komunitas kuliner lokal.
Dukungan juga datang dari unsur legislatif, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menegaskan kesiapan daerah dalam mengawal program tersebut melalui kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner.
“Kami bersama komunitas dan dewan pakar siap mengawal proses ini dari hulu ke hilir. Dukungan kementerian dan legislatif menjadi dorongan besar bagi pelaksanaan di daerah,” ujarnya. (red)
