TANAH DATAR, KP — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melakukan penyegaran struktur birokrasi dengan merombak formasi lini manajerial di tingkat kedinasan hingga kecamatan. Langkah ini diambil guna memacu akselerasi program kerja serta mengoptimalkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
Penyusunan ulang komposisi jabatan tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, lincah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui penempatan figur-figur baru ini, setiap organisasi perangkat daerah dituntut mampu menciptakan terobosan inovatif sekaligus melahirkan prestasi yang berdampak langsung bagi daerah.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra menegaskan, seluruh pejabat yang baru mengemban amanah wajib menunjukkan disiplin tinggi dan performa kerja yang terukur. Otoritas wilayah memastikan proses pengawasan dan evaluasi rekam jejak kinerja akan berjalan secara berkala di bawah koordinasi sekretaris daerah.
“Saya mengharapkan agar masing-masing OPD mampu membangun tim kerja yang solid, kerjasama, serta kekompakan yang baik,” ujarnya saat memimpin upacara pengambilan sumpah jabatan di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Jumat (3/7).
Pada pelantikan tersebut, terdapat 12 aparatur sipil negara yang resmi dikukuhkan. Formasi baru itu meliputi satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, yakni Sri Mulyani yang dipercaya menduduki posisi Asisten Administrasi Umum Setda. Selain itu, dilantik pula tujuh Pejabat Manajerial tingkat administrator serta empat Pejabat Pengawas.
Beberapa nama yang mengisi pos baru tersebut di antaranya Luthfi sebagai Camat Lintau Buo, Sri Handayani sebagai Kabid Pengarusutamaan Gender Perempuan pada Dinas Sosial PPPA, dan Andri sebagai Kabid Pemerintahan dan Keuangan Desa pada Dinas PMDPPKB. Agenda sakral ini turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi bersama jajaran staf ahli dan kepala dinas terkait. (yon)