LIMAPULUH KOTA, KP– Guna menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis Lintas Sumbar–Riau, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Pangkalan menggelar patroli gabungan berskala besar, Kamis (2/7).
Aksi ini dipimpin langsung oleh Camat Pangkalan Koto Baru Depi Peringki bersama Kapolsek Pangkalan AKP Hendra, Danramil 02/0306 Pangkalan Mayor Inf. Muhardif, serta Kacabjari Pangkalan Dhipo Akhmadsyah Sembiring dengan melibatkan personel gabungan TNI-Polri serta unsur terkait lainnya.
Patroli gabungan ini digulirkan sebagai respons cepat atas maraknya aduan dan laporan dari masyarakat pengguna jalan. Laporan tersebut terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) bermodus penertiban jalan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di sepanjang Jalan Lintas Sumbar–Riau, tepatnya di kawasan Kenagarian Manggilang dan Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Dari hasil penyisiran di lokasi, petugas mendapati fakta bahwa kondisi badan jalan sebenarnya masih dalam keadaan normal dan aman dilalui kendaraan dari kedua jalur. Namun, sejumlah oknum pemuda setempat sengaja memasang rintangan berupa ‘traffic cone’ dan ban bekas di tengah jalan agar terkesan terjadi penyempitan atau kerusakan jalur.
Siasat ini memaksa para pengendara memperlambat laju kendaraan mereka. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku untuk meminta sejumlah uang kepada para sopir dengan dalih sumbangan sukarela menggunakan wadah ember dan kotak kardus.
Kapolsek Pangkalan AKP Hendra menegaskan, aksi premanisme berkedok sumbangan ini sudah sangat meresahkan para pengendara. Selain merugikan pengguna jalan, tindakan tersebut juga memicu kemacetan arus lalu lintas, terutama pada momen libur nasional saat volume kendaraan antarprovinsi melonjak signifikan.
Dalam operasi tersebut, jajaran Forkopimca langsung memberikan teguran keras dan imbauan di tempat kepada para pemuda agar segera menghentikan segala bentuk pungutan ilegal di sepanjang jalan lintas. Petugas juga menegaskan sanksi hukum tidak akan segan-segan dijatuhkan apabila aktivitas serupa masih nekat dilakukan di kemudian hari.
Hendra menambahkan, pihak Polsek Pangkalan sejatinya telah berulang kali melakukan upaya pencegahan dan penertiban berkala di koridor tersebut. Kendati demikian, para pelaku kerap bermain kucing-kucingan dengan aparat, di mana mereka langsung melarikan diri saat melihat mobil petugas datang dan kembali beraksi ketika situasi dirasa sudah aman.
Operasi pembersihan premanisme jalanan ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui tindakan tegas terpadu ini, Polsek Pangkalan bersama jajaran Forkopimca berkomitmen untuk terus mengintensifkan pengawasan demi menjamin rasa aman, nyaman, dan kelancaran bagi seluruh masyarakat yang melintasi Jalan Lintas Sumbar–Riau. (dst)