Home » Pemko Payakumbuh Ajak Generasi Muda Bumikan Kembali ‘Kato Nan Ampek’

Pemko Payakumbuh Ajak Generasi Muda Bumikan Kembali ‘Kato Nan Ampek’

Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP — Pemerintah Kota Payakumbuh secara konsisten memperkuat sektor pelestarian adat dan kebudayaan sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda di tengah gempuran teknologi digital dan derasnya arus globalisasi. Upaya ini ditempuh guna memastikan para pemuda daerah memiliki benteng moral yang kokoh dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kebudayaannya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Payakumbuh, Nofriwandi menekankan bahwa falsafah ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’ merupakan landasan utama yang harus diimplementasikan secara nyata oleh generasi muda.

Ia mengingatkan pentingnya memahami kembali hukum komunikasi tradisi ‘Kato Nan Ampek’ yang meliputi ‘Kato Mandaki, Kato Manurun, Kato Mandata, dan Kato Malereng’, serta mengamalkan nilai ‘Sumbang Duo Baleh’ sebagai kompas etika kehidupan bermasyarakat.

“Hari ini perubahan itu hadir dalam bentuk digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya,” ujarnya, saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, dalam pembukaan Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh, di Aula Gedung Serbaguna Sawah Padang Aua Kuniang, Selasa (7/7).

Ia berharap lewat wadah pembelajaran bertema ‘Rang Mudo Mengawal Peradaban’ ini, kolaborasi kolektif antara pemerintah daerah, lembaga adat, bundo kanduang, serta tokoh masyarakat dapat berjalan sinergis.

Menurutnya, pemanfaatan platform teknologi digital dan industri ekonomi kreatif ke depan harus dioptimalkan secara cerdas sebagai media untuk memperkenalkan khazanah seni budaya Minangkabau ke kancah yang lebih luas.

Kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 7-9 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh perwakilan rang mudo’ dan ‘puti bungsu’ dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh, dengan menghadirkan pemateri dari unsur birokrat, niniak mamak, serta budayawan senior Sumbar. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?