Home » Cegah Kenakalan Remaja, Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Sekolah Ajarkan Siswa Bikin Roadmap Masa Depan

Cegah Kenakalan Remaja, Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Sekolah Ajarkan Siswa Bikin Roadmap Masa Depan

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB untuk menanamkan nilai-nilai visioner kepada peserta didik sebagai upaya membentengi generasi muda dari berbagai perilaku menyimpang.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala sekolah se-Sumatera Barat di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.

“Kepemimpinan itu adalah visi. Masa jabatan kepala sekolah empat tahun, sehingga harus memiliki proyeksi yang jelas tentang arah dan kondisi sekolah ke depan,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurutnya, ketiadaan visi hidup menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya berbagai persoalan remaja. Karena itu, peran pendidik dinilai penting dalam membantu siswa merumuskan tujuan hidup sejak dini.

“Banyak remaja terjerumus karena belum memiliki gambaran masa depan. Tugas kita adalah membimbing mereka menyusun arah hidup yang jelas,” katanya.

Muhidi juga membagikan pengalamannya saat menjadi guru. Ia mengaku kerap mengajak siswa menyusun rencana masa depan sejak awal tahun ajaran, termasuk membuat peta jalan (roadmap) untuk mencapai tujuan tersebut.

Selain itu, ia memperkenalkan metode analisis SWOT untuk membantu siswa mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam meraih cita-cita.

“Kalau ingin menjadi dokter tetapi tidak memiliki kebiasaan belajar yang baik, tentu akan sulit tercapai. Di sinilah peran guru untuk membimbing dan membentuk kebiasaan positif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sumbar, Ratna Yulia, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah.

Menurutnya, penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia unggul di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.

“Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi dan kepemimpinan yang visioner,” ujarnya.

Kegiatan bimtek yang diikuti 125 kepala sekolah dari Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Solok tersebut berlangsung dinamis serta memberikan wawasan baru bagi peserta dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. (fai)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?