LIMAPULUH KOTA, KP – Hari keempat pasca-hilang di aliran Sungai Batang Sinamar di kawasan Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, seorang pria lanjut usia (lansia) bermana Zubir panggilan Dawik (87 tahun) ditemukan sekitar 5 km dari tempat awal hilang dalam kondisi tak bernyawa.
Dawik yang merupakan warga Jorong Parak Baru, Kenagarian Taram itu dilaporkan hilang pada Sabtu lalu (29/4). Warga sekitar sempat melarang korban untuk menyeberang Batang Sinamar karena debit air tinggi. Namun diduga korban tetap menyeberang hingga akhirnya ia ditemukan tidak bernyawa pada Selasa (2/5) sekitar pukul 10.00 Wib.
Koordinator Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota Roby Saputra mengatakan, jasad korban ditemukan di daerah Subarang Aia, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Pencarian korban sebelumnya dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, TNI, Polri, RAPI, Insan Kebencanaan, perangkat nagari, serta masyarakat.
“Usai ditemukan jasad korban dibawa ke RSUD dr. Adnaan Wd Payakumbuh,” katanya.
Ia menerangkan, berdasarkan keterangan anggota keluarga bernama Bujang, korban mengutarakan niatnya untuk pergi menemui bakonya di Nagari Mungo. Pada pagi hari waktu kejadian tersebut, korban sempat Salat Subuh di Surau Udang di Jorong Parak Baru dan sarapan pagi makan lontong di warung. Namun hingga malam korban belum juga pulang. Pihak keluarga lalu mengabari sanak famili dan langsung melakukan pencarian.
“Kami melihat jejak kaki arah ke dalam Batang Sinamar tersebut dan kami menduga Bapak Zubir tergelincir dan hanyut dibawa arus air sungai,” katanya.
Terkait perisitiwa ini, Walinagari Taram Nanang Anwar menghimbau kepada warga Nagari Taram dan juga warga lainnya, jika mau meyebrang atau memancing di Batang Sinamar jangan sendiri-sendiri. Sebaiknya ada dua orang atau lebih, kalau terjadi peristiwa serupa ada teman yang akan melihat dan akan membantu atau minta bantuan ke warga sekitar. (dst)
