Home » Menghabisi Premanisme di Objek Wisata

Menghabisi Premanisme di Objek Wisata

Redaksi
A+A-
Reset

Sudah sangat sering muncul pemberitaan di media massa tentang aksi premanisme di berbagai objek wisata di daerah ini. Hal demikian sangat disesalkan. Namun, tentu saja tak cukup sekadar menyesalkan aksi ‘main pakuak’ yang dilakukan preman di objek wisata tersebut. Perlu penindakan tegas terhadap para pelaku yang dapat memberi efek jera.

Aksi ‘mensterilkan’ objek wisata Lembah Harau yang dilakukan personel Kodim 0306/50 Kota patut diapresiasi, seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Senin (5/6) di halaman 2. Sangat pantas seluruh objek wisata yang rawan aksi premanisme jadi perhatian banyak pihak, terutama aparat penjaga kamtibmas.

Di saat negeri ini berusaha maksimal mengembangkan sektor pariwisata, terutama pasca-pandemi, perbuatan sekelompok oknum masyarakat selalu saja jadi biang kerok yang menodai program pengembangan kawasan wisata tersebut.

Oleh karena itu, pada kawasan wisata yang rentan dan sering jadi sasaran preman perlu dicari solusi terbaik untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung dari aksi-aksi meresahkan. Salah satunya dengan memberdayakan lembaga pensiunan tentara (pepabri) dalam menjaga objek wisata. Kita yakin, meski sudah pensiun, para purnawirawan TNI atau Polri itu masih gesit dalam menjaga keamanan karena sudah puluhan tahun terlatih fisik dan mentalnya saat masih menjadi abdi negara.

Atau, bisa juga dengan memberdayakan organisasi pemuda binaan TNI-Polri dalam menjaga keamanan objek wisata. Semoga dengan cara itu, ketertiban kawasan wisata dari kelompok ‘bergajul’ yang meresahkan bisa terwujud.

Sumbar tak punya hasil bumi yang melimpah-ruah. Bukan pula sentra industri besar. Namun, negeri ini punya keindahan alam yang tiada tara, mulai dari laut, pantai, danau, air terjun, hingga pegunungan. Semuanya berpotensi menjadi objek wisata andalan penghasil cuan.

Namun, yang terpenting adalah menjaga marwah kawasan wisata yang tenang dan menyenangkan. Pendatang merasa dihormati saat berada di kawasan wisata tersebut. Sebaliknya, jika tipu-tepok dan penampilan sangar masih saja dikedepankan, niscaya negeri ini takkan pernah maju.

Dengan berpartisipasinya jajaran Kodim 50 Kota ‘mensterilkan’ objek wisata Lembah Harau, mudah-mudahan kawasan ini kembali aman dikunjungi wisatawan. Tak hanya Harau, keamanan pada seluruh kawasan objek wisata di Sumbar perlu jadi perhatian. Jangan ada tindak premanisme, seperti pungli dan pemerasan.

Apa gunanya kita terus berkoar-koar mengajak wisatawan datang kalau preman masih saja dibiarkan leluasa ‘memakuak’ mereka? Libas saja preman kampungan tersebut! *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?