PADANG PANJANG, KP – Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mengajak Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang terus terlibat dan berkontribusi membangun kota dengan keilmuan yang mereka miliki. Di samping itu, perguruan tinggi yang melahirkan para seniman ini dapat berkarya untuk dunia.
Hal tersebut dikemukakannya saat silaturahmi Pemko, ISI dan Secata B Rindam I Bukit Barisan (BB) di Rektorat ISI, Rabu (14/6).
“ISI tidak untuk Padang Panjang saja, tidak untuk Sumatera Barat, tidak untuk nasional saja, tapi ISI Padanpanjang untuk dunia. Begitu banyak pertunjukan seni ISI tampil di pentas dunia. Bukti pertunjukan nilai budaya seni Sumbar sangat layak dan mendunia,” katanya.
Wako Fadly menyampaikan apresiasi atas peran ISI selama ini. Dikatakannya, Pemko sangat terbantu dengan ISI baik secara formal kelembagaan maupun individualnya.
Di antara kontribusi ISI, yaitu saat Kota Padang Panjang menjadi tuan rumah MTQ ke-39 pada 2021 lalu. Pada waktu itu, kesenian orksestra dan teatrikal ISI tampil mengesankan sehingga viral. Bahkan mengundang decak kagum Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi.
ISI, lanjut Fadly, juga terlibat diberbagai kegiatan lainnya. Seperti Art Fest, Edu Fair, Temu Penyair Asia Tenggara, Tambo Art, serta upaya mengembangkan Padang Panjang sebagai Kota Literasi Dunia.
“Terakhir Pasar Seni yang merupakan inisiasi Pemko bersama Komandan Secata B serta ISI. Pasar Seni merupakan ruang bagi para seniman. Kita ingin Pasar Seni bukan sekadar pasar yang menjual hasil karya kesenian, melainkan gathering spot seniman di Sumatera Barat. Ini yang perlu kita pikirkan,” sebut Fadly.
Ia berharap ruang seni yang disediakan itu bisa dimanfaatkan mahasiswa ISI. Fadly juga meminta ada MoU terkait Pasar Seni. Ada konsep, SOP yang diterapkan bersama-sama.
Di tempat yang sama Rektor ISI, Febri Yulika menyambut baik rencana MoU terkait pengelolaan Pasar Seni tersebut. “Pasar Seni yang dimiliki hendaknya diisi dan dijaga bersama-sama,” ujarnya.
Selain itu, meskipun ada pengembangan Kampus II ISI hingga ke Kabupaten Padang Pariaman, ISI tetap berkomitmen membawa nama Padang Panjang sebagai identitasnya.
“Kami tetap membawa identitas nama kampus ISI Padangpanjang. Kami tidak bisa meninggalkan rahim dan sejarah ISI, nama Padang Panjang akan selalu disematkan,” tuturnya.
Dikatakannya lagi, ISI bertahap menunjukkan kiprah yang signifikan dari ASKI tahun 1965, beralih menjadi STSI, dah hari ini menjadi ISI. “Visi ISI sesuai dengan visi presiden menciptakan entreprenuer tanpa meninggal seni budaya sebagai basisnya,” ujarnya. (sup)
