Home » 7 Tahun Pasca-Diresmikan, Pasar Padang Kaduduak Masih Sepi

7 Tahun Pasca-Diresmikan, Pasar Padang Kaduduak Masih Sepi

Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP – Tujuh tahun setelah diresmikan, Pasar Padang Kaduduak di Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, masih sepi dari aktivitas perdagangan. Pasar yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Pasar 2016 dari Kementerian Perdagangan RI senilai miliaran rupiah itu belum berkembang sesuai harapan.

Pemerintah Kota Payakumbuh telah berupaya menarik minat pedagang dan pembeli, termasuk dengan mengarahkan angkutan umum melewati kawasan pasar. Namun, kebijakan tersebut tidak bertahan lama, dan pasar kembali ditinggalkan.

Padahal, di sekitar lokasi sudah terdapat berbagai fasilitas, seperti pusat olahraga Payakumbuh Bugar, kantor Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol PP, BPBD, Dinas Sosial, serta Sentra IKM Randang.

Pantauan di lapangan pada Senin (3/3) menunjukkan kondisi pasar yang tak terawat. Pos keamanan di pintu masuk terlihat kotor dan tidak berfungsi, dengan dinding yang berjamur serta WC yang rusak. Puluhan toko di dalam pasar tampak terkunci, sementara lampu luar toko tetap menyala di siang hari. Lapak pedagang yang seharusnya terisi justru dipenuhi sampah dan hanya dimanfaatkan segelintir pedagang makanan ringan.

Aan, seorang pedagang air isi ulang yang masih bertahan di pasar tersebut, berharap ada perhatian dari pemerintah agar pasar bisa kembali berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.

“Semoga wali kota yang baru bisa mencari solusi agar pasar ini ramai dan bermanfaat bagi pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.

Sepinya pasar ini justru dimanfaatkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di sekitar lokasi untuk memarkir kendaraan mereka. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat terparkir di dalam area pasar yang seharusnya digunakan untuk kegiatan jual beli.

Kondisi ini sebelumnya pernah ditanggapi oleh mantan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Armen Faindal. Ia menilai, persoalan sepinya pasar harus segera dicarikan solusi agar bangunan yang telah menghabiskan dana besar tidak menjadi sia-sia. DPRD sendiri, melalui Badan Anggaran (Banggar), pernah membahas permasalahan ini.

“Pemerintah daerah harus mencari cara agar pasar ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terulang. “Ke depan, perencanaan harus lebih baik agar fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” tuturnya. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?