PADANG, KP – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Barat menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum memperkuat peran ayah dalam keluarga.
Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, BKKBN menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi kunci membangun generasi yang sehat, berkarakter, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati,Rabu (24/6) mengatakan rangkaian Harganas yang puncaknya diperingati pada 29 Juni 2026 telah dimulai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
“Kami mengawali Harganas dengan jalan santai keluarga, senam bersama, pemeriksaan kesehatan keluarga, perlombaan yang mempererat hubungan orang tua dan anak, bakti sosial bagi keluarga berisiko stunting, hingga siraman rohani bagi pegawai,” ujarnya.
Menurut Mardalena, tema “Ayah Wajib Hadir” tidak dimaknai sebatas kehadiran fisik seorang ayah, tetapi menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam mendidik, mendampingi, serta membentuk karakter anak sejak dini.
Karena itu, BKKBN bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimplementasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui program Ayah Menjemput Rapor, yang mengajak ayah, wali ayah, mamak, maupun figur laki-laki dalam keluarga untuk mendampingi anak saat menerima hasil belajar di sekolah.
Program tersebut akan dilanjutkan pada awal tahun ajaran baru melalui gerakan mengantar anak ke sekolah di hari pertama.
“Kearifan lokal di Sumatera Barat sangat mendukung. Jika seorang anak tidak lagi memiliki ayah, maka peran tersebut dapat diambil oleh wali ayah, mamak, kakak laki-laki, atau figur laki-laki lainnya dalam keluarga. Yang terpenting adalah anak tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kasih sayang,” katanya.
Ia mengungkapkan, penguatan peran ayah menjadi penting karena fenomena fatherless masih menjadi tantangan dalam pembangunan keluarga. Minimnya kehadiran figur ayah, menurutnya, dapat memengaruhi perkembangan mental, kepribadian, rasa percaya diri, hingga kemampuan anak dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Untuk itu, BKKBN terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, DP3AP2KB, TP PKK, serta berbagai pemangku kepentingan. Apalagi Sumatera Barat telah memiliki Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan keluarga.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Dengan adanya Perda Ketahanan Keluarga, seluruh pihak memiliki pijakan yang sama dalam membangun keluarga yang berkualitas,” ujarnya.
Selain memperkuat peran ayah, BKKBN juga terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera.
Mardalena menilai keluarga yang kuat akan memberikan dampak luas terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari pencegahan stunting, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai bentuk penyimpangan perilaku.
“Kami berharap melalui Harganas tahun ini semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (fai)