LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menegaskan akan mengevaluasi Kepala Dinas atau Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) yang tidak mampu meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
“Kadis yang tidak bisa bergerak cepat akan saya evaluasi,” tegasnya di hadapan ratusan niniak mamak Nagari Tungkar dan Situjuah Ladang Laweh dalam acara peningkatan kapasitas di Hotel Shago Bungsu 2, Lubuakbatingkok, Harau, Sabtu lalu (5/7).
Bupati Safni yang baru menjabat sekitar 120 hari, mengaku belum mendalami keuangan daerah secara detail.
“Saya harus tahu setiap pengeluaran anggaran, karena bupati yang menyetujui,” ujarnya.
Dengan latar belakang pengusaha, Safni menerapkan pendekatan matematis dalam pengelolaan anggaran. Ia menyoroti kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“RSUD dr Achmad Darwis Suliki menghasilkan Rp36 miliar per tahun, tapi pengeluaran sama besar. PDAM selalu rugi, dan pariwisata hanya hasilkan Rp600 juta dengan anggaran Rp2,5 miliar,” ungkapnya.
Medki demikian, ia memastikan program pemberdayaan adat Minangkabau, seperti pelatihan niniak mamak, tetap berjalan meski tidak menghasilkan pendapatan.
“Sepanjang sesuai program, tidak ada yang dihapus,” katanya.
Ia dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha juga menegaskan tidak memungut biaya untuk jabatan. “Kami bekerja tulus dan profesional untuk membangun daerah,” tegasnya. (dst)