LUBUK SIKAPING — Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyiapkan empat lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk memperkuat pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempat lokasi tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang dapat difungsikan sebagai dapur MBG.
Bupati Pasaman Welly Suhery, di Lubuk Sikaping, Selasa (12/8) mengatakan pemerintah daerah terus mengawal agar program MBG berjalan optimal di daerah itu. Penambahan dapur MBG diharapkan dapat mempercepat layanan gizi bagi masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan empat titik lokasi yang bisa digunakan untuk pembangunan dapur MBG baru, agar pelayanannya lebih cepat dirasakan masyarakat Pasaman,” ujarnya.
Usulan itu telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui surat bupati Pasaman Nomor 523/149/DPP/VI/2025 tertanggal 12 Juni 2025. Dalam surat tersebut, pemerintah daerah memaparkan rincian lokasi yang diusulkan.
Di Kecamatan Lubuk Sikaping, lokasi yang disiapkan adalah workshop alkal seluas 15.910 meter persegi di Nagari Tanjuang Baringin. Di Kecamatan Panti, tersedia lahan kosong seluas 10.000 meter persegi di Desa Murni, Nagari Panti.
Sementara itu, di Kecamatan Rao Utara, lokasi yang diusulkan berupa fasilitas umum seluas 33.000 meter persegi di Nagari Koto Rajo. Adapun di Kecamatan Tigo Nagari, lahan yang disiapkan berada di kompleks kantor camat, dengan luas 6.046 meter persegi di Nagari Ladang Panjang.
Welly menegaskan percepatan pembangunan SPPG baru penting untuk memperluas jangkauan layanan MBG. Saat ini, Pasaman baru memiliki satu unit SPPG di Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, yang melayani 3.313 siswa. “Alhamdulillah berjalan lancar. Maka dari itu, kami berharap BGN mempercepat proses pembangunan ini,” kata Welly.
Berdasarkan data pemerintah daerah, potensi penerima manfaat MBG di Pasaman mencapai 101.858 jiwa, yang terdiri atas 74.518 siswa di 12 kecamatan dan 62 nagari, serta 27.340 jiwa kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Jika satu unit SPPG melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, Pasaman membutuhkan setidaknya 34 SPPG. “Sementara ini baru ada satu SPPG yang beroperasi. Karena itu, ke depan kami akan mempercepat penambahan dapur MBG di seluruh kecamatan,” ujar Welly.