Putra Sawahlunto Lolos Kongres Ilmiah Pemuda OIC di Rusia, Terkendala Biaya Keberangkatan

Lham Saputra (kanan), putra daerah asal Sawahlunto yang terpilih mewakili Indonesia di The III OIC Youth Scientific Congress di Kazan, Rusia, foto bersama dengan Wartawan KORAN PADANG, Yusianto, Selasa (12/8). Ilham tengah menggalang bantuan biaya perjalanan dari kampung halamannya menuju Rusia demi bisa tampil di ajang bergengsi tersebut.

SAWAHLUNTO, KP — Sawahlunto kembali memiliki alasan untuk berbangga. Ilham Saputra, putra daerah yang lahir dan besar di kota tambang itu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia terpilih menjadi salah satu peserta The III OIC Youth Scientific Congress yang akan digelar di Kazan, Rusia, pada 1–4 Oktober 2025.

Namun, di balik kabar gembira itu, Ilham tengah dihadapkan pada tantangan besar: keterbatasan biaya untuk berangkat ke lokasi kegiatan.

Lahir di Sijantang, Sawahlunto, pada 29 Mei 2002, Ilham tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Muarif, bekerja sebagai petani, sementara sang ibu, Yan Hertin, adalah ibu rumah tangga. Keterbatasan ekonomi tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.

Ilham menempuh pendidikan dasar di SDN 19 Sijantang Koto, kemudian melanjutkan ke SMPN 3 Sawahlunto, dan menyelesaikan SMA di SMAN 2 Sawahlunto pada 2020. Ia sempat menjalani satu semester kuliah di Jurusan Biologi Universitas Andalas (Unand) sebelum memutuskan mengejar impian kuliah di luar negeri.

Kesempatan itu datang pada 2021, ketika ia meraih beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk studi S1 Jurusan Inovasi di Tomsk State University, Rusia. Studi itu dijadwalkan rampung pada 2025. Tidak berhenti di sana, Ilham juga telah diterima pada program S2 di Monash University, Indonesia, dan kini menunggu hasil seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada 2024, di tengah padatnya studi, Ilham mendaftar seleksi The III OIC Youth Scientific Congress yang diselenggarakan Academy of Youth Diplomacy. Dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 100 orang yang terpilih, termasuk dirinya. Pencapaian itu menjadi bukti kemampuan dan komitmennya dalam bidang inovasi dan sains.

Meski seluruh biaya kegiatan di Kazan dan perjalanan kembali ke Indonesia ditanggung panitia, biaya perjalanan dari kampung halamannya di Desa Sijantang menuju Rusia tidak termasuk dalam tanggungan. Inilah kendala terbesar yang kini ia hadapi.

Bagi Ilham, kesempatan mengikuti kongres ilmiah ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia melihatnya sebagai peluang untuk bertukar ide, membangun jejaring internasional, dan membawa pulang pengetahuan yang dapat dimanfaatkan bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Ilham pun berharap dukungan dari berbagai pihak. “Bantuan sekecil apa pun sangat berarti untuk mewujudkan mimpi ini,” ujarnya. Dukungan itu, kata dia, akan membantunya melangkah ke panggung ilmiah dunia sekaligus mengharumkan nama Indonesia. (nto)

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel