LUBUK SIKAPING, KP — Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program kemandirian. Salah satu produk unggulannya adalah Kacang Dangres, olahan berbasis kacang tanah yang kini telah menembus pasar UMKM.
Kepala Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping, Resman Hanafi, mengatakan bahwa Kacang Dangres merupakan singkatan dari “Kacang Rendang Rasa Enak dan Super”, yang diproduksi langsung oleh WBP dengan bahan baku hasil budidaya mereka sendiri.
“Produk ini telah tersedia di sejumlah titik penjualan di Lubuk Sikaping dan sekitarnya, mulai dari minimarket, warung, hingga coffee shop. Harganya terjangkau, hanya Rp5.000 per bungkus,” ujar Resman, Selasa (15/7).
Dengan kemasan menarik dan cita rasa khas bumbu randang, Kacang Dangres tak hanya menawarkan kualitas, tetapi juga membawa pesan kemandirian dan rehabilitasi dari balik jeruji.
Resman menegaskan, program ini merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan WBP melalui keterampilan kewirausahaan yang aplikatif.
“Rutan bukan sekadar tempat pembinaan moral dan mental, tetapi juga pusat pelatihan keterampilan. Kacang Dangres menjadi bukti nyata bahwa pembinaan menghasilkan produk yang bisa diterima pasar,” tambahnya.
Produksi kacang ini mencakup seluruh proses, mulai dari penjemuran, pemilahan biji berkualitas, pengolahan dengan bumbu khas, hingga pengemasan. WBP yang terlibat aktif juga mendapatkan premi sesuai kontribusi dari hasil penjualan.
“Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini menanamkan jiwa wirausaha dan kesiapan mental agar para WBP dapat kembali berkontribusi positif setelah masa tahanan berakhir,” jelas Resman.
Pihak Rutan berharap, Kacang Dangres dapat menjadi ikon UMKM pemasyarakatan dan membuka peluang ekonomi baru bagi para WBP di masa depan. (nst)