LIMAPULUH KOTA, KP – Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, memaparkan kenaikan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukumnya selama tahun 2024. Dalam paparan akhir tahun di Mapolres 50 Kota, Selasa (30/12), Kapolres menyebutkan lonjakan signifikan ini menjadi perhatian serius jajarannya.
“Jumlah kasus kecelakaan kendaraan naik sekitar 36,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2023 mencatat 93 kasus, sementara tahun 2024 meningkat menjadi 127 kasus,” ujar Syaiful Wachid.
Namun, ia juga menambahkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan justru menurun 16,67 persen, dari 18 korban meninggal dunia pada 2023 menjadi 15 korban pada tahun ini.
Selain itu, korban luka berat mengalami peningkatan hingga 100 persen, dari hanya 1 orang pada 2023 menjadi 18 orang pada 2024. “Korban luka ringan naik 26,45 persen, dan kerugian material juga meningkat sebesar 21,38 persen dengan total mencapai Rp164,75 juta,” ungkap Kapolres.
Kapolres menyoroti kurangnya rambu lalu lintas di wilayah rawan kecelakaan atau “blank spot” sebagai salah satu penyebab utama. Selain itu, minimnya lampu penerangan jalan, faktor human error, serta kondisi kendaraan turut memicu tingginya angka kecelakaan. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk menekan angka kecelakaan ini,” ujarnya.
Tak hanya lakalantas, angka kasus narkoba di wilayah Polres 50 Kota juga meningkat. Pada 2024, tercatat 65 tersangka dari 55 kasus, dibandingkan dengan 57 tersangka dari 46 kasus pada 2023. Meski begitu, tingkat penyelesaian kasus menunjukkan penurunan.
“Tahun ini, barang bukti yang berhasil disita mencakup 20.601,89 gram ganja, 71,9 gram sabu, 0,78 gram ekstasi, dan 510 butir psikotropika,” jelas Kapolres. Ia mengungkapkan Polres 50 Kota menerima dua penghargaan berkat keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan menonjol, seperti pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.
Sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden RI, Polres 50 Kota aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk penanggulangan narkoba, pencegahan kejahatan, dan rehabilitasi. Beberapa program unggulan seperti “Safari Kamtibmas,” “Jumat Curhat,” serta “Police Goes to School” dirancang untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Kapolres berharap penambahan jumlah personel yang direncanakan untuk 2025 akan memperkuat upaya preemtif, preventif, dan represif. “Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar situasi kamtibmas tetap kondusif di masa mendatang,” tutupnya. (dst)
