PADANG, KP — Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mendorong pihak SMA dan SMK agar lebih proaktif mendata siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar pengalokasian program beasiswa bagi peserta didik yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Muhidi saat bertemu para guru SMA Negeri 13 Padang dalam kegiatan penyerahan bantuan baju batik, Jumat sore (9/1).
“Terkait beasiswa, kami berharap pihak sekolah aktif melakukan pendataan siswa dari keluarga kurang mampu. Data ini menjadi dasar untuk memperjuangkan pemberian beasiswa agar mereka bisa melanjutkan pendidikan, salah satunya melalui program Dana Rajawali,” kata Muhidi.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci dalam perencanaan dan penyaluran beasiswa. Dari hasil kunjungannya ke sejumlah sekolah dalam beberapa waktu terakhir, kebutuhan beasiswa bagi siswa kurang mampu hampir selalu menjadi aspirasi utama yang disampaikan pihak sekolah.
“Aspirasi ini akan menjadi perhatian kami dan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat resmi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara, Kepala SMA Negeri 13 Padang, Seprah Madeni menyampaikan, sekolah telah melakukan pendataan siswa kurang mampu melalui guru Bimbingan Konseling. Dari hasil pendataan tersebut, sekitar 40 persen siswa SMA Negeri 13 Padang berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas dapat menjadi solusi untuk membantu siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan. Saat ini, SMA Negeri 13 Padang memiliki 1.228 siswa dan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan peserta didik. (fai)