Konsumsi Susu Perlu Ditingkatkan, DPKH Sumbar Sasar Generasi Muda

RATUSAN santri bersama jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Sumbar berfoto usai kegiatan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 di salah satu pondok pesantren di Padang Panjang, 12–13 Juni 2026.

PADANG PANJANG, KP – Peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk kembali mengampanyekan pentingnya budaya minum susu di tengah masyarakat. Pasalnya, tingkat konsumsi susu masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan guna mendukung pemenuhan gizi dan menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyalurkan 900 botol susu pasteurisasi segar kepada santri di tiga pondok pesantren di Kota Padang Panjang pada 12–13 Juni 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar bekerja sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang itu juga disertai edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan konsumsi protein hewani.

Kepala DPKH Sumbar melalui Kepala Bidang Produksi dan Teknologi, Dr. drh. Idham Fahmi, mengatakan konsumsi susu memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh anak dan remaja.

“Melalui Hari Susu Nusantara, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan susu sebagai bagian dari pola hidup sehat sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, pondok pesantren dipilih karena menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda yang memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Selain membagikan susu, petugas juga memberikan pemahaman kepada para santri mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk susu, secara berkelanjutan.

Kepala DPKH Sumbar, Sukarli, mengatakan peningkatan konsumsi susu menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul dan berdaya saing.

“Budaya minum susu perlu terus didorong. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga remaja sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, upaya peningkatan konsumsi susu juga sejalan dengan berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk mendukung tumbuh kembang anak dan remaja agar lebih sehat dan produktif.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para santri. Muhammad Fikri, santri Pondok Pesantren Kauman, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai manfaat susu bagi kesehatan dan pertumbuhan.

“Kami jadi lebih memahami manfaat susu untuk kesehatan dan pentingnya menjaga pola makan bergizi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Aisyah Rahma, santri Pondok Pesantren Thawalib Putra. Ia berharap kegiatan edukasi dan pembagian susu dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar dan santri yang terbiasa mengonsumsi susu.

“Selain baik untuk kesehatan, kami juga mendapat pemahaman bahwa susu dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh,” katanya.

Pemprov Sumbar berharap peringatan Hari Susu Nusantara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi susu sebagai bagian dari pola hidup sehat dan upaya menciptakan generasi yang lebih berkualitas di masa depan. (fai)

Related posts

Pemko Padang Panjang Mulai Bangun 10 Huntap di Tanah Hitam, Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Galodo

Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Sumbar

17 Paket Irigasi Disiapkan, Pemko Padang Kejar Pemulihan Sawah