LUBUK SIKAPING, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman membutuhkan alat pembakar sampah (incinerator) untuk mengatasi tumpukan sampah rumah tangga.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup (PRKP2LH) Pasaman, Irwan Rudi, mengatakan bahwa hasil olahan sampah ini nantinya juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sangat dibutuhkan satu set alat pembakar sampah modern (incinerator) untuk mengatasi tumpukan sampah rumah tangga di Pasaman,” ungkap Irwan Rudi di Lubuk Sikaping, Selasa (25/2).
Lebih lanjut, Irwan Rudi menjelaskan bahwa energi panas hasil pembakaran sampah tersebut dapat dikonversi menjadi tenaga listrik.
“Ini bisa menjadi potensi PAD baru bagi Pasaman. Selain itu, abu hasil pembakaran juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk dan bahan bangunan,” tambahnya.
Menurutnya, paket alat incinerator yang dibutuhkan memiliki kapasitas maksimal 3 ton sampah.
“Kapasitasnya 3 ton, dengan harga Rp1,7 miliar. Kemudian, untuk biaya pembangunan tempat sekitar Rp500 juta. Alat ini akan sangat membantu mengatasi permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah penuh,” katanya.
Ia menambahkan bahwa potensi PAD yang dihasilkan dari pengelolaan sampah ini dapat mengembalikan biaya pembelian alat tersebut.
“Semoga ke depan hal ini menjadi perhatian bersama di Pemkab Pasaman agar masalah tumpukan sampah bisa teratasi,” harapnya.
Saat ini, rata-rata total sampah rumah tangga yang diangkut ke TPA Koto Tangah, Lubuk Sikaping, mencapai 60 ton per hari. “Potensinya sangat jelas. Jika dikelola dengan baik, ini bisa meningkatkan PAD Pasaman,” ujarnya.
Saat ini, untuk mengatasi masalah tumpukan sampah rumah tangga, sampah masih diangkut ke TPA Koto Tangah.
“Total anggaran yang disiapkan untuk operasional dari Pemkab Pasaman saat ini sebesar Rp1,8 miliar. Saat ini terdapat sekitar 80 petugas kebersihan yang bertugas melakukan pengangkutan sampah rumah tangga,” katanya.
Petugas di lapangan dibekali kendaraan pengangkut berupa lima unit kontainer, tiga unit dump truck, dan sepuluh unit becak motor. “Petugas kebersihan rutin melakukan pengangkutan sampah setiap pagi, dimulai dari Kecamatan Rao, Padang Gelugur, Panti, Bonjol, hingga pusat ibu kota Lubuk Sikaping, menuju TPA Koto Tangah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada titik-titik kontainer yang telah disediakan agar proses pengangkutan lebih mudah dan kualitas lingkungan tetap terjaga.
“Kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kembali berbagai jenis sampah agar memiliki nilai ekonomis maupun manfaat lain bagi lingkungan rumah tangga,” pungkasnya. (nst)