Home » Pemko Targetkan Vaksin Polio untuk 11.684 Anak di Kota Solok

Pemko Targetkan Vaksin Polio untuk 11.684 Anak di Kota Solok

Redaksi
A+A-
Reset

SOLOK, KP – Dinas Kesehatan Kota Solok akan melaksanakan imunisasi massal untuk anak usia 0-7 tahun secara serentak pada 23 Juli 2024. Imunisasi ini dapat dilakukan di berbagai lokasi yang telah disediakan, termasuk Posyandu, PAUD, TK, SD sederajat, dan fasilitas kesehatan lainnya di seluruh kota.

Untuk mendukung pelaksanaan imunisasi ini, Dinas Kesehatan Kota Solok mengadakan sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok, baru-baru ini. Sosialisasi ini dihadiri oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari Sekolah Dasar dan sederajat di Kota Solok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, membuka acara sosialisasi tersebut, didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hiddayaturrahmi, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Solok, Sri Puji Astuti, yang menjabat sebagai Kabid Pembinaan PAUD di Dinas Pendidikan Kota Solok.

Elvi Rosanti mengatakan, target dari program ini adalah memberikan vaksin polio kepada 11.684 anak dalam dua tahap. Untuk mencapai target ini, diperlukan kerja sama lintas sektor dan stakeholder untuk memastikan keberhasilan pekan imunisasi, dengan harapan Kota Solok dapat bebas dari polio.

“Setiap anak usia sekolah harus dipastikan memiliki riwayat imunisasi rutin yang lengkap. Imunisasi tidak hanya penting saat bayi dan di bawah usia dua tahun, tetapi juga harus dilanjutkan pada peserta didik di Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, atau bentuk lain yang sederajat,” jelasnya.

Imunisasi pada usia SD/sederajat merupakan bagian dari program BIAS yang bertujuan meningkatkan perlindungan anak dari berbagai penyakit. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Unit Kegiatan Sekolah (UKS).

Sementara itu, Hiddayaturrahmi, yang juga berperan sebagai narasumber dalam sosialisasi ini, menjelaskan manfaat dari imunisasi BIAS. “Imunisasi ini penting untuk mencegah penyakit seperti Tetanus, Difteri, Campak, Rubela, dan kanker leher rahim yang dapat menimbulkan disabilitas dan kematian,” ujarnya. (van)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?