PADANG, KP – Menutup tahun 2024, Pemko Padang merilis capaian kinerja selama setahun terakhir dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin malam (31/12).
Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar menyampaikan refleksi atas pencapaian pemerintah kota, yang dinilai berhasil melewati tahun ini tanpa gagal bayar, dengan pengelolaan anggaran yang cukup efektif.
“Anggaran yang tersedia sudah cukup baik, pelayanan publik mulai diperbaiki, dan beberapa target pembangunan tercapai. Namun, kami menyadari bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki,” ungkapnya dalam pidato penutupan tahun.
Meski banyak pencapaian, Wali Kota tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas hal-hal yang belum sempurna, seperti jalan berlubang, genangan air, dan kekurangan dalam pelayanan publik. Ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus bertransformasi menjadikan Padang lebih layak huni dan nyaman bagi seluruh warga.
“Kami terus berusaha bertransformasi untuk menciptakan kota yang lebih baik. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan keberhasilan pembangunan di masa mendatang,” tambahnya.
Capaian Makro Pembangunan Kota Padang 2024
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan sejumlah indikator makro yang mencerminkan capaian pembangunan Kota Padang pada tahun 2024:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): IPM Kota Padang mencapai 84,38, yang masuk dalam kategori tinggi dan menunjukkan kenaikan dari 83,98 pada tahun 2023. Kota Padang menempati peringkat tertinggi di Provinsi Sumatera Barat dan jauh di atas rata-rata IPM provinsi maupun nasional. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan dalam dimensi Angka Harapan Hidup, Harapan dan Rata-Rata Lama Sekolah, serta Pengeluaran Per Kapita.
Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Kota Padang mencapai 4,83 persen pada Triwulan III tahun 2024, dengan tren positif sejak tahun 2020. Meskipun sempat terkontraksi pada tahun 2020 akibat dampak Covid-19, angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan, bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat.
Inflasi Terkendali: Pada November 2024, inflasi y-on-y Kota Padang tercatat sebesar 0,87 persen, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 3,20 persen pada November 2023 dan 6,85 persen pada November 2022.
Kemiskinan Ekstrem: Tingkat kemiskinan ekstrem menurun drastis dari 0,64 persen pada 2022 menjadi 0,15 persen pada 2023. Sebanyak 4.850 jiwa keluar dari kemiskinan ekstrem, dan pada Oktober 2024, angka ini tercatat nol setelah verifikasi dan validasi.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): TPT Kota Padang pada tahun 2024 tercatat sebesar 9,88 persen, terus menurun sejak 2020 meskipun masih lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran di Provinsi Sumatera Barat dan nasional.
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Pemko Padang mencatatkan kenaikan PAD pada tahun 2024, dengan realisasi mencapai Rp661 miliar atau 93,58 persen dari target Rp706 miliar, meningkat dari Rp658 miliar pada tahun 2023. Wali Kota Andree Algamar juga menyoroti keberhasilan dalam pelunasan kewajiban kepada pihak ketiga, termasuk pembayaran pembangunan ruang kelas baru.
Selain itu, sepanjang 2024 Pemko Padang juga berhasil membukukan sebanyak 38 penghargaan skala provinsi maupun nasional.
Menatap tahun 2025, Pj Wali Kota Padang menyampaikan harapan untuk menjaga kestabilan fiskal dan mendorong inovasi demi kesejahteraan masyarakat. Beberapa program yang akan dilanjutkan di antaranya adalah program makan gratis dan pengentasan kemiskinan serta penanganan stunting. (red)