Raih Predikat Informatif, PPID Bawaslu Pesisir Selatan Jadi Terbaik I Se-Sumbar

PESISIR SELATAN, KP — Kabar gembira datang dari Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu Pessel resmi diumumkan sebagai Terbaik I tingkat Provinsi Sumatera Barat dengan predikat ‘Informatif’.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bawaslu Republik Indonesia (RI) dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Data dan Informasi di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Senin (27/10). Bawaslu Pessel berhasil unggul dalam persaingan melawan 18 kabupaten/kota lainnya di Sumbar.

Koordinator Penanganan Pelanggaran Data Informasi Bawaslu Pessel, Syauqi Fuadi, yang menerima penghargaan tersebut, mengucapkan rasa syukur dan berjanji akan terus mendorong penguatan di bidang data dan informasi publik.

Ketua Bawaslu Pessel, Afriki Musmaidi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran. Ia menegaskan, penghargaan ini akan memacu semangat lembaga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Kepala Sekretariat sekaligus Atasan PPID Bawaslu Pessel, Rinaldi, menyebut pihaknya selalu berupaya meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan, yang menjadi kunci keberhasilan pemenuhan persyaratan Keterbukaan Informasi Publik.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI, Puadi, menekankan bahwa penguatan data dan keterbukaan informasi Bawaslu sangat penting. Bawaslu saat ini sedang mengembangkan konsep Pusat Kecerdasan Pengawasan Pemilu (Election Intelligence Center).

“Melalui konsep ini, Bawaslu berupaya mengubah pola kerja dari reaktif menjadi prediktif, agar tindakan pengawasan dapat dilakukan sebelum pelanggaran muncul. Tujuannya bukan hanya untuk menemukan pelanggaran, tetapi mencegah sebelum terjadi,” jelas Puadi. (don)

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel