Home » Target Selesai Sebelum Lebaran, Pembangunan Huntap di Sumbar Terus Dikebut

Target Selesai Sebelum Lebaran, Pembangunan Huntap di Sumbar Terus Dikebut

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Pemerintah pusat menargetkan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Sumatera Barat sudah dapat mulai ditempati sebelum hari raya Idulfitri 2026. Percepatan pembangunan hunian ini menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian maupun hunian sementara. Pembangunan hunian tetap ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi serta dukungan personel TNI di lapangan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menegaskan, pihaknya mengupayakan penyerahan kunci huntap kepada warga dilakukan dalam waktu dekat. Ia juga meminta dukungan penuh dari gubernur dan bupati untuk mempermudah kelancaran pembangunan, terutama dalam penyediaan lahan serta perbaikan akses jalan menuju kawasan hunian baru tersebut.

“Kami usahakan, sebelum Lebaran sudah ada yang bisa diserahkan kepada rakyat. Saya sudah menyiapkan waktu untuk hadir sebelum Lebaran,” ujar Maruarar Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/2).

Berdasarkan data progres pembangunan, saat ini baru tercatat 43 unit huntap yang mulai dikerjakan di Sumatera Barat dari total komitmen sebanyak 500 unit. Meski pembangunan huntap masih dalam tahap awal, pemerintah telah lebih dulu menggenjot ketersediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Meski demikian, progres pembangunan huntara di Sumbar justru berjalan sangat pesat dibandingkan wilayah lain. Saat ini, setidaknya sembilan kawasan huntara telah rampung 100 persen dan siap huni yang tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan Kota Padang.

Namun, masih terdapat satu kawasan huntara di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan yang pengerjaannya masih menyentuh angka 65 persen. Pihak kementerian bersama instansi terkait terus memacu penyelesaian sisa bangunan tersebut agar masyarakat terdampak bisa segera pindah dari tenda ke hunian yang lebih layak dan aman.

Langkah masif ini diharapkan dapat mengakhiri masa sulit warga Sumbar yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda beberapa waktu lalu. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?