SOLOK, KP – Selama Ramadan ini, Terminal Bareh Solok mengalami kondisi kritis terkait tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Tim pembersihan sampah terpaksa bekerja ekstra keras karena volume sampah melampaui kapasitas normal.
Pengawas Angkutan di terminal tersebut, Mitra Yoriskia, mengungkapkan bahwa TPS di Terminal Bareh Solok hanya dilengkapi dengan dua box kontainer. Meskipun tim pembersihan melakukan pengangkutan setiap hari, namun pada Ramadan ini, kedua kontainer tersebut selalu penuh hingga hampir meluap.
Permasalahan utama muncul karena beberapa masyarakat membuang dahan pohon ke dalam box kontainer, yang seharusnya hanya untuk sampah rumah tangga. Hal ini mengakibatkan volume sampah di TPS menjadi berlebih, memaksa masyarakat lain untuk membuang sampah di luar kontainer.
Mitra menekankan bahwa jika ada masyarakat yang melakukan pemangkasan pohon dalam jumlah besar, seharusnya mereka langsung membuangnya ke tempat pemrosesan akhir (TPA) agar kontainer tetap dapat digunakan secara efisien oleh masyarakat lain.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak terkait berencana meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, terutama di Terminal Bareh Solok. Mereka juga terus memantau setiap titik tempat pembuangan sampah di Kota Solok.
Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat diharapkan, karena pengurangan sampah dari sumbernya harus dilakukan dengan baik. Dengan demikian, permasalahan seperti yang terjadi saat ini diharapkan tidak akan terulang di masa mendatang. (van)
