LIMAPULUH KOTA, KP — Warga Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir. Hingga Minggu (1/6), pasokan solar belum juga normal.
Menurut warga setempat, Al dan Kisen, solar subsidi hanya tersedia di satu SPBU, yakni SPBU 16262119 yang selama ini melayani kebutuhan warga di wilayah paling timur Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.
“Kami berharap BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga segera menambah kuota distribusi. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas ke sektor transportasi dan ekonomi masyarakat,” ujar mereka.
Keduanya juga meminta Bupati Limapuluh Kota turun tangan memberikan masukan kepada BPH Migas terkait kondisi di Kapur IX. Mereka mempertanyakan apakah kelangkaan ini terkait sistem kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kami tidak menyalahkan Pertamina karena mereka hanya menyalurkan sesuai kuota. Tapi masyarakat harus tetap bisa mengakses solar subsidi,” lanjut Al dan Kisen.
Untuk mendapatkan solar subsidi, warga terpaksa menempuh jarak 62 km ke SPBU terdekat di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, namun tak bisa dipastikan BBM juga tersedia di sana.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar krisis solar tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi yang sudah sulit. (dst)