PADANG PANJANG, KP — Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat kapasitas aparatur dalam penanganan pascabencana melalui bimbingan teknis (bimtek) pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).
Kegiatan yang diselenggarakan BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang itu dibuka Wali Kota Hendri Arnis di Aula Kantor Lurah Silaing Bawah, Rabu (29/7), dan diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hendri mengatakan, pengkajian kebutuhan pascabencana dan penyusunan dokumen rehabilitasi serta rekonstruksi merupakan tahapan penting dalam proses pemulihan daerah terdampak bencana.
“Melalui kegiatan ini diharapkan aparatur memiliki kemampuan menyusun perencanaan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Hendri.
Menurut dia, dokumen Jitupasna dan R3P memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pemulihan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.
Ia meminta peserta mengikuti bimtek secara optimal agar mampu menghasilkan dokumen yang berkualitas dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Sementara itu, Kepala BPBD Kesbangpol Padang Panjang Mihandrik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam penanggulangan bencana.
“Peserta diharapkan mampu melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat, terpadu, dan akuntabel, sekaligus menyusun dokumen R3P sesuai ketentuan,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan menyusun dokumen Jitupasna dan R3P menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana secara terencana dan berkelanjutan.
Bimtek menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah dan provinsi, yakni Mihandrik, Joko Siswoyo, serta Muliarson dari Pemprov Sumbar. (*/red)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!