KBRI Tokyo akan Bantu Pulangkan Jenazah Joshi

PADANG, KP – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo akan membantu memulangkan jenazah WNI Joshi Putri Cahyani (23 tahun), pelajar asal Korong Lancang, Nagari Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di Prefektur Gunma, Jepang.

“Kita masih tunggu konfirmasi dari Kepolisian Jepang kapan jenazah bisa kita bawa pulang,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, dikutip dari laman tribunnews.com, Minggu (28/8).

Judha menjelaskan, KBRI Tokyo telah berkomunikasi dengan keluarga Joshi untuk menginformasikan perkembangan penyelidikan kasus anak mereka itu.

“KBRI akan terus memantau proses hukum terhadap (tersangka) Keiichiro Kajimura dan membantu proses pemulasaraan dan repatriasi jenazah JPC sesuai permintaan keluarga,” kata Judha. JPC mengacu pada inisial Joshi Putri Cahyani.

Diberitakan sebelumnya, Joshi sudah meninggalkan Asrama Sekolah Bahasa Jepang (Nihonggo Gakkou) sejak dua pekan lalu dan terakhir menghubungi keluarga dan kawannya pada Kamis (17/8). Kawan dan keluarganya berusaha menghubungi berbagai pihak, seperti sekolah bahasa tersebut, lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menaunginya, dan KBRI. Joshi terakhir terlihat bersama Keiichiro Kajimura yang ternyata memiliki catatan kriminal kasus pembunuhan pada 2017. Keiichiro sudah ditangkap kepolisian Jepang atas tewasnya Joshi.

Ibu kandung Joshi, Dasmawati (40 tahun) meminta pelaku dihukum seberat-beratnya atau hukuman mati.

“Kami dari pihak keluarga minta dia dihukum seberat-beratnya. Kepada polisi dan pihak sekolah di Jepang, ibu sudah sampaikan minta usut tuntas. Kalau boleh meminta dia dihukum mati, apalagi dia sudah ada record narapidana,” kata Dasmawati, dikutip dari idntimes, Minggu (27/8).

Ia mengungkapkan, Joshi sempat menghubungi kerabat keluarga sebelum hilang kontak, termasuk berkomunikasi dengan dirinya, paman, dan neneknya. Bahkan kepada neneknya, Joshi berniat mengirimkan uang karena sudah bekerja paruh waktu setiap Sabtu di Jepang.

“Dia tanya kabar keluarga, ‘ada sehat, ma? Joshi tidak bisa sempat menelepon karena kerja. Nenek, nanti Joshi kirim uang belanja, ya’,” ujar Dasmawati menirukan percakapan dengan anaknya.

Dasmawati menyebut, dirinya saat ini berada di Malaysia dan akan segera pulang ke kampung halaman untuk mengurus prosesi pemakaman Joshi. Setibanya jenazah Joshi di kampung, kata Dasmawati, pihak keluarga akan langsung memakamkan jenazah.

Joshi di Jepang menempuh sekolah yang didapatkannya dari beasiswa. Sesuai jadwal, Joshi akan menempuh pendidikan hingga empat tahun mendatang. Ia berangkat ke Jepang sejak April 2023.

“Dari SD, SMP, dan kemudian sekolah pelayaran, Joshi selalu berprestasi. Silakan tanya sama orang kampung. Ia pergi sekolah ke Jepang itu dapat beasiswa, hanya setengah ditanggung keluarga,” kata Dasmawati.

Ia juga membantah anaknya memiliki hubungan asrama dengan terduga pelaku Keiichiro Kajimura. Menurut Dasmawati, Joshi merupakan korban penculikan. Terkait foto-foto keduanya yang diunggah Keiichiro Kajimura di media sosial, hal itu sengaja dituruti Joshi karena di bawah ancaman.

“Bukan menjalani asrama dengan laki-laki itu. Foto yang diunggah laki-laki itu ketika Joshi tidak pulang sejak Kamis. Joshi di bawah ancaman laki-laki itu. Saya tahu betul anak saya itu,” tutup Dasmawati. (vci/idn)

Related posts

Kasus Narkoba Mendominasi, Edukasi Hukum ke Pelajar Diperkuat

Penggerebekan Kos Perempuan, 3 Wanita dan 1 Pria Tak Bisa Tunjukkan Identitas

Pelajar 18 Tahun Ditangkap, Kasus Kekerasan terhadap Anak Gegerkan 50 Kota