Kalibrasi Jadi Bagian Penting Pembelajaran, Spirometer Portabel Diuji dengan Syringe

Oleh: Fauzyah Aprillia, S.Tr.T, M.Sc (Dosen Radiologi Universitas Baiturrahmah)

by Ahmad Kharisma
A+A-
Reset

Ketika sebuah alat kesehatan menghasilkan angka pengukuran, pertanyaan penting berikutnya adalah: seberapa dekat angka tersebut dengan nilai sebenarnya?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan spirometer portabel untuk pembelajaran instrumentasi medis mahasiswa D3 Radiologi.

Penelitian menggunakan syringe kalibrasi sebagai volume acuan untuk melakukan pengujian teknis terhadap perangkat yang dikembangkan.

Syringe kalibrasi memberikan volume yang telah diketahui sehingga hasil pengukuran spirometer dapat dibandingkan dengan nilai acuan tersebut. Dalam penelitian, pengujian dilakukan dengan lima kali pengulangan pada setiap volume acuan.

Pada pengujian 1 liter yang tercantum dalam penelitian, hasil pengukuran FVC masing-masing adalah 0,98 L, 0,99 L, 1,01 L, 0,99 L, dan 1,00 L.

Nilai rata-ratanya tercatat sebesar 0,994 L dengan rata-rata error sebesar 1 persen.

Bagi pembelajaran instrumentasi medis, angka tersebut bukan sekadar hasil pengukuran. Data tersebut dapat digunakan untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep kesalahan pengukuran dan kedekatan hasil terhadap nilai acuan.

Mahasiswa dapat belajar bahwa setiap sistem pengukuran memiliki proses verifikasi.

Konsep kalibrasi menjadi semakin penting ketika mahasiswa mempelajari perangkat kesehatan. Alat yang menghasilkan data fisiologis perlu memiliki proses pengujian dan verifikasi yang memadai agar hasil pengukurannya dapat dipercaya sesuai tujuan penggunaannya.

Spirometer yang dikembangkan menggunakan MPX5500DP untuk mendeteksi perubahan tekanan. Sinyal sensor kemudian diproses Arduino Uno dan ditampilkan melalui Nextion Display.

Selain angka FVC dan FEV₁, sistem juga dirancang untuk menampilkan grafik pernapasan sehingga mahasiswa dapat melihat hubungan antara data numerik dan representasi grafis.

Penelitian tersebut memberikan ruang bagi pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kalibrasi dari buku, tetapi dapat melihat bagaimana data hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai acuan.

Namun, terdapat satu hal yang perlu diperhatikan sebelum hasil penelitian digunakan sebagai dasar kesimpulan teknis yang lebih luas. Pada naskah penelitian, tabel yang diberi label pengujian syringe 3 liter masih mencantumkan volume acuan 1 liter. Data tersebut perlu diverifikasi kembali dengan data mentah penelitian.

Karena itu, hasil penelitian saat ini lebih tepat dipandang sebagai tahap awal pengembangan dan pengujian teknis prototipe.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk melengkapi pengujian akurasi, repeatability, dan validasi perangkat secara lebih komprehensif. *

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0