PADANG, KP — Masyarakat Minangkabau menyiapkan 5 ton rendang untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 700 kilogram rendang telah lebih dahulu dikirim melalui penerbangan TNI Angkatan Udara.
Bantuan tersebut digagas Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar. Pengiriman rendang dilakukan secara bertahap hingga target bantuan terpenuhi.
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar mengatakan rendang dipilih karena dapat langsung dikonsumsi, tahan lama, dan mudah didistribusikan kepada masyarakat di daerah bencana. “Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” kata Fauzi, Senin (17/8).
Ia mengatakan, 700 kilogram rendang yang telah dikirim akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT. Penyediaan bantuan selanjutnya dilakukan melalui gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau.
Selain LKAAM dan Gebu Minang, gerakan tersebut juga melibatkan Bundo Kanduang serta Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi).
Wali Kota Padang Fadly Amran, yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, mengapresiasi langkah cepat berbagai unsur masyarakat dalam menyiapkan bantuan bagi korban gempa.
“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” katanya.
Untuk mempercepat penyediaan bantuan, Fadly meminta LKAAM dan Gebu Minang memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang. Pemko Padang, katanya, juga siap memberikan dukungan agar target 5 ton rendang dapat segera terpenuhi.
Menurut Fadly, masyarakat Sumbar pernah mendapat bantuan dari berbagai daerah ketika menghadapi gempa bumi 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025. Karena itu, saat masyarakat di NTT menghadapi bencana, masyarakat Minangkabau perlu ikut memberikan bantuan.
Kegiatan memasak rendang tersebut berlangsung di Kantor LKAAM Sumbar. Sejumlah unsur masyarakat Minangkabau bergotong royong menyiapkan bantuan yang akan dikirim ke daerah terdampak gempa di NTT. (red)