PADANG PARIAMAN, KP – Atap bangunan SDN 05 IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang akibat hujan lebat dan badai pada 31 Januari lalu. Kerusakan ini mengganggu proses belajar-mengajar, terutama bagi siswa kelas VI yang tengah mempersiapkan ujian akhir sekolah.
Kepala SDN 05 IV Koto Aur Malintang, Nur Aslinda mengatakan, atap yang bocor membuat siswa tidak nyaman saat belajar, baik saat hujan maupun di bawah terik matahari. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman segera memberikan solusi yang tepat agar pembelajaran bisa kembali normal.
“Saat ini, siswa kelas V dan VI yang terdampak dipindahkan ke ruang perpustakaan. Namun, ruang tersebut kurang memadai karena tidak memiliki meja dan kursi, sehingga siswa harus belajar dengan duduk di atas karpet,” ujarnya, Jumat (14/2).
Selain itu, Nur Aslinda juga mengungkapkan bahwa sekolah menghadapi kendala dalam hal tenaga pendidik. “Sebagian guru di sekolah ini belum berstatus PNS, dan kami juga harus memikirkan kesejahteraan mereka di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang Pariaman, Anwar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tertulis dari pihak sekolah. Untuk sementara, Disdikbud menyarankan agar siswa menggunakan ruangan lain, seperti perpustakaan atau musala terdekat.
Sebagai langkah darurat, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman untuk menyediakan terpal guna menutupi atap yang rusak agar hujan dan panas tidak langsung masuk ke ruang kelas.
Terkait perbaikan permanen, Anwar menjelaskan, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 sangat terbatas akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami akan berusaha mengupayakan perbaikan melalui APBD Perubahan 2025 atau memasukkan SDN 05 IV Koto Aur Malintang ke dalam daftar penerima anggaran pada tahun 2026,” ujarnya. (wrm)
