PADANG, KP – ‘Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala’. Idiom itulah yang menjadi inspirasi bagi Febraningsih, guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) MTsN 1 Padang dalam melahirkan buku pertamanya berjudul ‘Enkulturasi Petatah Petitih Minangkabau pada Generasi Muda’
Buku yang desain covernya unik itu telah memiliki ISBN dengan Nomor 978-6235376-68-4 dan telah tercatat di Perpustakaan Nasional. Buku yang tata letak dan sampulnya didesain Erye Team itu diterbitkan CV Kreator Cerdas Indonesia, Kediri.
Febraningaih menjelaskan, buku itu menceritakan tentang 18 nilai pendidikan karakter yang digalakkan di pendidikan nasional ternyata dari dulu telah termaktub dalam petatah-petitih Minangkabau.
“Buku ini juga sebagai bentuk kepedulian terharap generasi muda yang sedang menghadapi badai globalisasi sehingga mereka perlu filter dalam menyaring budaya asing. Sehingga, bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya dan nilai-nilai luhur tetap terpatri pada karakter anak bangsa sebagai generasi penerus menuju generasi emas 2045,” kata Ningsih yang pernah menjadi Presenter Padang TV.
Ia menjelaskan, penelitian dalam penulisan bukunya itu dilakukan pada kelompok budaya warga Kelurahan Sungai Durian, Kelurahan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh.
Ia menjelaskan, buku itu berawal dari penelitian thesis, di mana penguji kepala prodi mendorongnya agar thesis itu dijadikan buku. Sebab, penelitiannya masuk kategori teori baru. Bahkan setelah wisuda, kaprodi, pembimbing, dan penguji kembali memotivasinya untuk menerbitkan buku.
Febraningsih mengungkapkan rasa syukur atas buku pertamanya itu. “Terasa mimpi, tetapi nyata. Semoga buku pertama ini menjadi pemicu karya-karya terbaik berikutnya,” tutur presenter MTsN 1 Padang TV itu.
Buku bertajuk Budaya dan Pancasila itu diserahkan Febraningsih kepada Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal di ruangan kerja kepala madrasah, Kamis (4/1). Saat menerima buku, Isrizal didampingi Wakil Kurikulum Idra Putri dan Wakil Kesiswaan Maryani Sastera.
Isrizal menyambut baik dan mengapresiasi karya inspiratif yang dilahirkan Febraningsih di awal tahun 2024. “Buku ini menjadi karya inovatif pertama GTK MTsN 1 Padang di tahun 2024. Semoga ini pertanda baik dan sinyal untuk lahirnya karya-karya inovatif hebat lainnya setelah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dinamika kehidupan yang dijalani para guru cukup menantang sehingga terkadang membutuhkan dorongan semangat, tidak hanya dari orang lain melainkan juga diri sendiri. Maka dengan menulis buku akan mampu membangkitkan semangat teman sejawat dan para pembaca untuk bisa juga menuangkan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.
“Membaca dan menulis menjadi motivasi untuk mengembalikan semangat sehingga bisa meneruskan pekerjaan sebagai pendidik,” ucap Isrizal memotivasi. (ak/*)
