Home » Meraba-Raba Kontestasi Pilkada Bukittinggi

Meraba-Raba Kontestasi Pilkada Bukittinggi

Petahana Belum Tergoyahkan, Sejumlah Kandidat Mulai Mencuat

Redaksi
A+A-
Reset

BUKITINGGI, KP – Meski pilkada serentak masih setahun lagi, namun hawanya sudah mulai dirasakan di kota sejuk Bukittinggi. Beberapa nama dari kalangan milenial mengapung ke permukaan yang akan bertarung pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2024-2029 mendatang.

Sekalipun para caleg sibuk mensosialisasikan dirinya untuk menyongsong pileg yang tinggal 6 bulan lagi, namun siapa yang bakal bertarung memperebutkan kursi nomor satu Bukittinggi terus bergulir jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Posisi petahana Erman Safar sampai saat ini memang sulit untuk digoyahkan berkat program unggulan yang sangat merakyat. Artinya, peluang Erman Safar untuk memimpin Kota Bukittinggi dua periode sangat terbuka lebar. Tinggal memilih pasangan yang tepat. Apalagi, Erman Safar juga Ketua DPC Partai Gerindra yang merupakan salah satu partai besar dan memenangi pemilu 2019 lalu di Bukittinggi.

Nama lain yang diunggulkan adalah Wakil Walikota Marfendi. Sumber KORAN PADANG di PKS menyebut, partai itu bakal mengusung Marfendi sebagai calon walikota.

Selain dua nama itu, juga ada beberapa nama lainnya, seperti Ketua Partai Umat Bukittinggi Fauzan Haviz. Sosok milenial ini cukup dikenal di Bukittinggi, beberapa organisasi pernah dipegangnya, seperti Ketua KONI, Ketua Pordasi, dan organisasi lainnya. Ia juga pernah duduk di DPRD Bukittinggi bersama PAN.

Berikutnya ada pengusaha Muhammad Fadhli yang juga seorang dosen. Pada Pilkada 2019 lalu, Muhammad Fadhli ikut mencalonkan diri sebagai Walikota Bukittinggi namun kandas di perjalanan. Keikutsertaannya pada pilkada 2019 dapat dijadikan pengalaman sekaligus sarana sosialisasi untuk menyongsong pilkada 2024.

Selanjutnya, ada nama M. Taufik, pensiunan PLN dan juga dari Parik Paga Nagari Kurai V Jorong. Pada 2019, Taufik maju Pilkada Bukitinggi sebagai waki walikota berpasangan dengan Martias Tanjung. Kemudian ada nama Sadri MK, pengusaha dan mantan Ketua Kadin Bukitinggi yang pada Pemilu 2019 lalu juga maju sebagai calon wakil walikota .

Selain nama-nama di atas, juga ada sejumlah nama lain yang sering disebut-sebut masyarakat namun ada faktor X yang jadi kendala. Yaitu, Ketua DPRD Beny Yusrial yang telah dua periode memimpin parlemen Bukittinggi dan dua periode pula meraup suara terbanyak pada pileg. Namun, Beny Yusrial sama-sama dari Partai Gerinda dengan petahana Erman Safar.

Lalu ada nama Ketua Partai Golkar Bukitinggi Dedi Chandra. Namun, Dedi Chandra bersaudara dengan sang petahana. Tentu tidak mungkin untuk bersaing.

Di samping itu, juga muncul dua nama dari kaum milenial yang disebut-sebut bakal maju pada pilkada Bukittinggi, yaitu pengusaha sukses Andi Putra dari Nasdem dan Sultan Fazbir yang juga pengusaha dari Partai Demokrat.

Di sisi lain, warga Bukittinggi mempertanyakan mantan Walikota Ramlan Nurmatias, apakah maju kembali pada pilkada 2024. KORAN PADANG telah berusaha untuk menghubunginya, namun belum berhasil. Tetapi, beberapa pengurus Partai Demokrat yang dihubungi KORAN PADANG menyebut, Ramlan Nurmatias belum membuat keputusan.

“Sejak Pak Ramlan jadi Ketua Partai Demokrat Bukitinggi, beliau fokus mengurus partai untuk mencapai kemenangan pada pemilu 2024,” kata salah seorang pengurus Partai Demokrat Bukittinggi.

Sementara, komisioner KPU Bukittinggi Rifa Yanas saat dihubungi via ponselnya, belum bisa memastikan kapan tahapan pilkada serentak akan dimulai. Sebab, ada wacana pilkada serentak dimajukan dari Bulan November jadi September 2024.

“Kita saat ini menunggu Perppunya kalau benar pilkada dimajukan. Setelah itu baru bisa dibuat tahapannya,” ujar Rifa singkat. (eds)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?