PADANG, KP – Proyek pembangunan jalan layang Sitinjau Laut pada ruas jalan Padang-Solok telah bisa dilelang pada tahun depan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar Erasukma Munaf.
“Dari rapat terakhir bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), total panjang jalan layang yang akan dibangun yaitu 2,1 km. Ada satu desain yang telah disetujui, namun dua lagi akan menjadi alternatif. Jadi, ada tiga design yang dikaji oleh Kementerian PUPR untuk pembangunan proyek strategis tersebut,” kata Erasukma, Sabtu (23/9).
Menurutnya, pengerjaan akan dilakukan tiga segmen. Saat ini hanya butuh melengkapi proses administrasinya dan tahun 2024 bisa dilakukan proses lelang dan dikerjakan untuk tahap pertama. Dari total 2,1 km panjang jalan yang dibangun, 980 meter adalah kontruksi jembatan dengan konsep pembangunannya bertujuan mengurangi risiko kecelakaan lalulintas.
“Proses pengerjaan akan berlangsung dua tahun dengan total anggaran yang dikucurkan sekitar Rp3 triliun,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, rencana pembangunan flyover Sitinjau Laut telah masuk dalam 35 proyek prioritas nasional. Ia menilai, pembangunan flyover Sitinjau Laut penting untuk diwujudkan karena kawasan itu merupakan daerah rawan kecelakaan.
Buktinya, dalam periode 2016-2020 telah terjadi sebanyak 50 kecelakaan dengan korban meninggal 19 orang, luka berat 9 orang, dan luka ringan 111 orang.
“Kecelakaan itu disebabkan karena kondisi jalan berupa tanjakan terjal dan panjang serta radius tikung terlalu sempit,” ujarnya.
Mahyeldi menambahkan, di Sitinjau Laut hampir setiap hari kendaraan berat gagal mendaki. Bahkan, kendaraan bermotor sering lepas kendali terutama angkutan berat (truk dan bus). (fai)
