TANAH DATAR, KP — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperluas kerja sama antar daerah sebagai strategi memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok. Langkah tersebut difokuskan pada distribusi komoditas pangan strategis, terutama cabai dan beras, agar pasokan tetap terjaga dan harga lebih stabil.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama organisasi perangkat daerah terkait di Aula Eksekutif Kantor Bupati, Senin (3/8).
Menurut Ahmad Fadly, penguatan kerja sama antar daerah menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif (4K).
Ia mengatakan, hingga kini Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menjalin kerja sama dengan lima kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar Sumatera Barat. Ke depan, cakupan kerja sama tersebut akan terus diperluas, terutama dengan daerah yang membutuhkan komoditas pangan yang surplus di Tanah Datar.
Selain menjaga stabilitas harga, perluasan kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi salah satu indikator penilaian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award.
Ahmad Fadly menargetkan jumlah kerja sama antar daerah di bidang pengendalian inflasi meningkat menjadi delapan daerah pada 2026. Untuk itu, ia meminta seluruh OPD terkait memetakan komoditas yang mengalami surplus maupun defisit agar arah kerja sama lebih terukur dan saling menguntungkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Tanah Datar Franky Adhitama mengatakan, sepanjang 2025 pemerintah daerah telah menjalin lima kerja sama dengan Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Musi Rawas di Provinsi Sumatera Selatan. Kerja sama tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, pengembangan komoditas tanaman pangan, stabilitas harga, pembangunan sektor pertanian, hingga pengembangan produk unggulan daerah.
Menurut Franky, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga tengah memproses kerja sama dengan sejumlah daerah lain, di antaranya Kota Solok, Kota Pekanbaru, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, serta Bagian Pemerintahan Setda Tanah Datar. (yon)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!