PADANG PANJANG, KP – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran kembali mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional. Berkat komitmennya terhadap manajemen ASN, Pemko Padang Panjang sukses menyabet BKN Award dalam empat kategori.
Yaitu, Kategori Utama Implementasi Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), Peringkat 1 Implementasi Penerapan Manajemen Kinerja, Peringkat 2 Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian, serta Peringkat 2 Pengembangan Kompetensi.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian yang diadakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara daring (dalam jaringan-red) dan luring (luar jaringan-red), di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa lalu (30/5).
Rakornas itu turut dihadiri Sekdako Padang Panjang Sonny Budaya Putra, Asisten Administrasi Umum Martoni, Kepala BKPSDM Rudy Suarman, beserta jajaran melalui video conference di Ruang VIP Balaikota.
Wako Fadly menyampaikan rasa syukur atas diraihnya BKN Award. Ia berharap penghargaan ini bisa mendorong kinerja ASN menjadi lebih baik serta mewujudkan ASN yang andal dan Berakhlak (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
“Selamat kepada ASN Kota Padang Panjang. Tanpa ASN berkualitas, tidak akan ada kerja maksimal,” ujar wako seraya menuturkan bahwa ASN yang berkualitas lah yang mampu memberikan kinerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menerapkan program kepala daerahnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan, rakornas ini dapat menjadi forum strategis melahirkan gagasan-gagasan segar dari para pemangku kepentingan guna pengembangan ASN ke depan. Terlebih pilihan tema Manajemen Talenta juga sangat relevan dengan agenda transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas juga ikut menyampaikan arahan dari Presiden RI Joko Widodo secara daring melalui video conference langsung dari Estonia, Eropa. Arahan Presiden mengenai Reformasi Birokrasi di antaranya birokrasi yang berdampak, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas dan birokrasi yang lincah dan cepat. (sup)
