PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana dengan target lebih dari 500 unit rampung pada 2026, dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas progres yang dinilai cepat dan terstruktur.
Apresiasi tersebut disampaikan Tim Satgas Monitoring pemerintah pusat saat meninjau penggunaan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) serta pembangunan Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (20/7).
Tim pusat menilai Kota Padang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemulihan pascabencana berdasarkan pemantauan terhadap 38 indikator, mulai dari pembangunan Huntap dan Hunian Sementara (Huntara), penyaluran dana tunggu hunian, distribusi bantuan sosial, pemulihan lahan sawah, hingga rehabilitasi dan normalisasi sungai.
Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, mengatakan Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang, termasuk daerah dengan pemulihan tercepat. “Kami melihat dari dasbor pemantauan, Sumbar termasuk yang cukup baik, termasuk Kota Padang dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kota Padang memikul porsi terbesar pembangunan huntap di Sumbar, yakni lebih dari 500 unit atau sekitar seperempat dari total target provinsi.
Di kawasan Balai Gadang sendiri direncanakan pembangunan 340 unit huntap. Saat ini, 39 unit telah memasuki tahap finishing dan ditargetkan rampung akhir Juli 2026, sementara 42 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Secara keseluruhan, pembangunan huntap menjadi bagian dari relokasi 523 kepala keluarga (KK) yang masih menempati hunian sementara. Selain di Balai Gadang, pembangunan juga dilakukan di kawasan Sungkai di atas lahan seluas sekitar 4,6 hektare.
Di tempat yang sama Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menyebut Pemko Padang telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam pemanfaatan TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar. “Progres dan persiapannya cukup baik, termasuk pengadaan lahan yang didukung dari TKD tambahan ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, memastikan pembangunan huntap ditargetkan selesai akhir 2026 sehingga relokasi warga dapat dilakukan awal tahun berikutnya. “Target kami akhir tahun selesai, sehingga awal tahun depan warga sudah dapat menempati hunian permanen,” ujarnya.
Hunian yang dibangun bertipe 36 berukuran 6×6 meter dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur, sehingga diharapkan memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak bencana. (red)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!