Home » Mahasiswa PPNP Demo ke Kantor Bupati Limapuluh Kota

Mahasiswa PPNP Demo ke Kantor Bupati Limapuluh Kota

Redaksi
A+A-
Reset

LIMAPULUH KOTA, KP – Puluhan Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Limapuluh Kota, Senin (25/9).

Aksi demonstrasi dalam memperingati Hari Tani 2023 itu dilakukan sebagai bentuk protes belum adanya tindak lanjut terkait tuntutan mereka yang disampaikan pada aksi demonstrasi beberapa bulan lalu.

Dalam orasinya, yang diawasi ketat oleh aparat kepolisian Polres 50 Kota dan Satpol PP, massa mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya terkait janji Bupati di bidang pertanian, sistem resi gudang yang belum terealisasi dengan baik, termasuk masalah pupuk, dan persoalan hubungan Bupati dengan Wakil Bupati yang tak kunjung membaik.

“Kami minta realisasi Bupati untuk masyarakat, terutama petani. Banyak persoalan yang dihadapi, masalah pupuk, sistem resi gudang, dan hubungan Bupati dengan Wakil Bupati yang tak kunjung membaik,” ujar para mahasiswa itu.

Setelah menyampaikan orasi, massa pendemo meminta Bupati Safaruddin untuk turun menemui mereka. Namun karena Bupati tak kunjung hadir menemui mereka, karena Bupati sedang mengikuti kegiatan di lapangan, akhirnya perwakilan mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat sampai ke ruang kerja Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri di lantai 2 kantor Bupati Limapuluh Kota.

Merasa kecewa karena tidak berhasil bertemu dengan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri, akhirnya massa mahasiswa menyegel kantor Bupati dengan spanduk yang dipajang di tiang pintu masuk kantor Bupati.

Aksi penyegelan itu berjalan cukup tegang, karena aparat penegak hukum polisi meminta aksi penyegelan itu tidak dilakukan di depan pintu masuk, melainkan di bagian lain. Namun mahasiswa tetap ngotot agar spanduk penyegelan yang bertuliskan “Kantor Bupati di Segel” tetap dipajang di pintu masuk.

Setelah terjadi diskusi antara Kabag Ops Polres 50 Kota, Kasat Intel, Kasat Binmas, dan perwakilan mahasiswa, akhirnya mahasiswa pendemo setuju spanduk penyegelan dipasang di bagian lain dan tidak di pintu masuk kantor Bupati.

Mahasiswa PPNP itu menyebutkan akan kembali melakukan aksi lanjutan dalam tiga hari ke depan, jika mereka tidak bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota. “Kita tunggu selama 3 hari untuk bertemu Bupati, jika tidak kita akan kembali turun dengan jumlah massa yang lebih banyak,” ucap Presiden BEM PPNP, Fery Ardiansyah.

Ia juga menambahkan, aksi penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena mereka tidak kunjung bisa bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan. “Akan tetapi, kawan-kawan mahasiswa sengaja tidak masuk kuliah agar bisa bertemu Bupati dan Wakil Bupati guna menyampaikan sejumlah persoalan,” ungkap Fery Ardiansyah.

Aksi demonstrasi yang awalnya sempat tegang itu berakhir dengan tenang setelah massa mahasiswa membubarkan diri. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?