KEBANGKITAN industri pariwisata Indonesia semakin lama semakin baik pasca pandemik covid 19 dimana sudah terbuka kembali akses pariwisata bagi banyak pelaku wisata. Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan daya tarik wisata dan juga merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup diperhitungkan bukan hanya pada level nasional tapi juga pada level internasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman pada Februari 2023 naik 24,78 persen dibandingkan Januari. Total ada 3.595 wisatawan mancanegara yang mengunjungi provinsi tersebut melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Februari 2023.
Jumlah wisatawan mancanegara ini mengalami kenaikan dibandingkan Januari 2023 yang sebanyak 2.881 kunjungan. Total sejak Januari dan Februari jumlah wisatawan yang masuk ke Sumbar pada tahun 2023 ini mencapai 6.476 kunjungan dan angka ini lebih besar dari jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Sumbar sepanjang 2022 yang berjumlah 4.142 kunjungan (sumber: www.bps.go.id).
Salah satu daya tarik wisata diprofinsi Sumatera Barat yang berpotensi mengundang wisatawan asing adalah adalah Desa Wisata Salibutan Lubuk Alung atau yang lebih dikenal dengan Desa Wisata Nyarai. Desa ini terletak di Nagari Salibutan Lubuk Alung, kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Desa Wisata Nyarai dinobatkan sebagai desar terbaik dari 75 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Desa wisata ini menyediakan berbagai paket wisata mulai dari paket wisata petualangan, paket wisata alam, paket wisata budaya, paket wisata kuliner dan paket wisata dengan berbasis kepada pengalaman bagi wisatawan.
Secara geografis, melihat potensinya, akan banyak wisatawan asing yang berkunjung, mengingat lokasinya dekat dari Bandar Udara Minangkabau, sekitar 40 menit dari bandara. Menurut warga sekitar, paket wisatanya banyak disukai oleh wisatawan mancanegara terutama wisatawan dari Malaysia, Singapura, Jepang, Australia dan Eropa. Secara umum daerah ini sudah banyak tersentuh oleh berbagai peluang-peluang banyaknya wisatawan manacanegara yang hadir.
Hanya saja kurang didukung dengan pengetahuan akan cross culture (budaya yang berbeda) dan keterbatasan kemampuan bahasa dalam berkomunikasi terutama Bahasa Inggris bagi pelaku wisata daerah sekitar, dimana kompetensi komunikasi Bahasa Inggris berperan penting dalam pengembangan desa wisata. Hal ini tentunya disebabkan oleh kualitas sumber daya yang ada belum memadai dan berbanding terbalik dengan keindahan lokasi yang berpotensi memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar. Sementara itu di pariwisata, keterlibatan masyarakat pelaku wisata amat penting dalam pengembangan daya tarik wisata.
Bermula dari hal diatas, dosen-dosen muda Fakultas Pariwisata & Perhotelan Universitas Negeri Padang bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa wisata Lubuk Nyarai, melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Universitas Negeri Padang berupa pelatihan Bahasa Inggris bagi Pelaku Wisata Desa Wisata Nyarai Lubuk Alung.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan solusi pada dua permasalahan utama yaitu, kurangnya pengetahuan pelaku wisata terkait budaya dan interaksi dengan wisatawan asing yang mungkin masuk ke Desa Wisata Nyarai dan keterbatasan kemampuan dalam penggunaan Bahasa Inggris sebagai lingua franca dimana bahasa ini dipakai sebagai bahasa pemersatu global.
Program pengabdian masyarakat ini dilakasakan mulai bulan Agustus hingga Desember 2023 dan telah dilaksanakan perdana pada tanggal 12 Agustus 2023 dan masih berlanjut sampai berita ini diterbitkan. Pengabdian ini disambut hangat oleh masyarakat dimana terlihat masyarakat amat antusias dalam mengikuti kegiatan.
Dalam diskusi dengan pelaku wisata, mereka banyak berdiskusi tentang budaya wisatawan asing yang masuk ke desa wisata dan menanyakan solusi atas apa yang mereka hadapi. Pak Adi, misalnya, salah satu pemandu di Desa Wisata, menanyakan mengapa beberapa wisatawan asing tidak mengikuti aturan dan apa yang harus mereka katakan dalam Bahasa Inggris jika wisatawan asing melanggar aturan tertentu di desa wisata.
Kegiatan pengadian ini dipimpin oleh Rahmi Fadilah M.Pd, dengan anggota Honesty Yonanda Ayudia, M.Pd dan Vischa Mansyera Pratama, M.Pd. Untuk materi pelatihan dipaparkan Violintikha Harmawan, M.Pd dan Siti Isma Sari Lubis, M.Pd dari Universitas Negeri Padang. Materi pelatihan berupa dasar-dasar Bahasa Inggris bagi pemandu wisata dan ragam pemahaman terkait pengetahuan lintas budaya (cross cultural understanding).
Melalui Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Universitas Negeri Padang berupa pelatihan Bahasa Inggris bagi Pelaku Wisata Desa Wisata Nyarai Lubuk Alung, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat untuk pengembangan wisata yang lebih baik bagi desa wisata di Sumatera Barat khusunya Desa Wisata Lubuk Nyarai. *
