Ketua DPRD Sumbar Ajak Guru Perketat Pencegahan Bullying di Sekolah

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memperketat pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah demi menciptakan ruang belajar yang aman dan sehat bagi peserta didik.

Hal itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi SMK Negeri dan Swasta Kota Padang, Senin (20/7).

Menurut Muhidi, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter siswa serta menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

“Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk karakter, pembimbing, sekaligus agen perubahan yang melahirkan generasi berdaya saing dan berakhlak,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pendidikan, termasuk kemampuan sekolah dalam mencegah berbagai persoalan seperti bullying yang dapat mengganggu perkembangan mental peserta didik.

Muhidi menyebut, Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan dominasi Generasi Z, yang menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan bangsa melalui pendidikan berkualitas.

“Generasi muda saat ini adalah investasi bangsa. Mereka harus dipersiapkan dengan ilmu, keterampilan, karakter, dan etos kerja agar mampu menjadi penggerak kemajuan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai guru harus mampu menjadi teladan, menjaga amanah ilmu, serta membangun komunikasi yang baik dengan siswa. Selain itu, guru juga dituntut peka dalam mendeteksi persoalan yang dihadapi peserta didik sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah serius.

Di sisi lain, Muhidi mendorong tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran.

“Guru harus terbuka terhadap perubahan, terus belajar, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif tanpa meninggalkan nilai etika,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan kompetensi guru vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari bullying, serta membentuk karakter generasi menuju Indonesia Emas 2045. (fai)

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

Berita Terkait