Tangkal ‘Cyberbullying’, Pelajar Payakumbuh Dibekali Literasi Digital

by Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP — Pemerintah Kota Payakumbuh memperketat pengawasan ruang siber bagi generasi muda guna menekan angka perundungan di kalangan remaja. Langkah ini direalisasikan melalui pembekalan literasi digital massal kepada ratusan peserta didik baru SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh.

Edukasi yang disisipkan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini bertujuan membangun benteng pertahanan dari ancaman kejahatan siber dengan harapan para siswa lebih cakap menyaring informasi demi mewujudkan ekosistem sekolah ramah anak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra menegaskan, setiap unggahan di internet meninggalkan rekam jejak yang dapat merusak masa depan. Oileh karena itu, pelajar dituntut cerdas menggunakan teknologi untuk berkarya, bukan justru menjadikannya sebagai alat perusak reputasi.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat melakukan perundungan. Saring sebelum sharing,” kata Kurniawan Syah Putra, Rabu (15/7).

Ia juga mengimbau siswa untuk mematikan notifikasi ponsel selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.

Menurutnya, selain memicu bahaya laten judi online dan penipuan daring, ketagihan gawai dapat merusak kesehatan mental remaja. Maka itu, pembatasan waktu menatap layar komputer atau ponsel menjadi menu wajib yang harus diterapkan siswa di rumah. Ditekankannya, keseimbangan interaksi langsung dengan keluarga harus tetap dijaga agar para siswa tumbuh menjadi pribadi produktif. (dst)

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!