PADANG, KP – Koridor II dan III Bus Trans Padang akhirnya diresmikan. Dengan demikian, sebanyak VI koridor atau semua koridor Trans Padang di Kota Padang kini telah beroperasi.
Launcing dua koridor dilakukan Wali Kota Padang, Hendri Septa di Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, Senin (11/12).
Rute koridor II mencakup jalur dari Bungus Teluk Kabung hingga Halte Imam Bonjol Jalan Bgd Aziz Chan, sementara Koridor III meliputi jalur dari Rumah Sakit Siti Rahmah – Siteba hingga Imam Bonjol.
Pada koridor II terdapat 12 unit armada Bus Trans Padang. Lalu, koridor III terdapat 10 unit armada Bus Trans Padang. Koridor II memiliki 75 halte atau titik pemberhentian dan koridor III sebanyak 80 titik.
Jam operasi dan ongkos pada koridor II dan III ini tetap sama dengan aturan sebelumnya. Jam operasi itu dari pukul 06.00 pagi hingga 19.00 WIB. Selanjutnya ongkos Rp3.500 untuk umum dan Rp1500 untuk anak sekolah.
Saat ini terdapat 52 unit Bus Trans Padang beroperasi pada 4 koridor. Namun, setelah beroperasinya koridor II dan III, maka maka totalnya terdapat 77 unit Bus Trans Padang yang bakal beroperasi.
“Hadirnya dua koridor ini untuk semakin memaksimalkan pelayanan transportasi publik di Kota Padang. Kita berharap dengan kehadiran Trans Padang dapat terus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Ia juga menyebut, penataan angkutan umum dengan pembukaan koridor baru Trans Padang serta melakukan manajemen dan rekayasa lalulintas untuk memperlancar pergerakan orang dan barang menjadi salah satu program unggulan (progul) Program Unggulan Wali Kota Padang dan Wakil Wali Kota Padang.
“Alhamdulillah, satu per satu progul bisa kita tuntaskan 100 persen menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Padang,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan menyampaikan, keberadaan dua koridor baru ini harus lebih disosialisasikan keberadaanya kepada masyarakat.
Untuk pengadaan Bus Trans Padang sesuai dengan aturan lama yang dikonversikan 3 angkot menjadi 1 unit Bus Trans Padang dengan sistem pengadaan yang diatur oleh Dinas Pethubungan Kota Padang.
Di tempat yang sama Direktur Umum Perumda PSM, Ilham Ulta Perkasa menyampaikan, koridor II dan III ini bukanlah sekadar jalur baru, melainkan simbol perwujudan komitmen Perumda PSM dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik bagi warga kota Padang.
“Peluncuran koridor II dan III Trans Padang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Kota Padang, serta membantu memenuhi kebutuhan transportasi yang berkembang,” jelasnya.
Ditambahkan Ilham, kondisi Bus Trans Padang semuanya layak jalan karena perawatan selalu terjaga. Di samping itu sopir dan pramugara pun memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang karena mereka telah dilatih dan diberikan bimbingan teknis.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Mastilizal Aye dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, DPRD Padang mendukung program ini karena, transportasi masa depan itu adalah Trans Padang ini.
Ia juga meminta kepada operator Trans Padang untuk merawat kendaraan tersebut. Karena sudah ada biaya operasional kendaraan (BOK) nya. Sebab dengan adanya BOK tersebut, standar pelayanan minimal sudah terpenuhi. “Kita mengimbau kepada masyarakat pengguna Trans Padang bila terdampat persoalan dan pelayanan yang tidak baik sampaikan kepada DPRD,” pungkas Ketua Organda Padang tersebut. (nda)
