SIJUNJUNG,KP – Proyek pemeliharaan rutin jalan di dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sijunjung, tepatnya di Jorong Pondok Jago, Nagari Pamatang Panjang, Kabupaten Sijunjung, senilai Rp3,4 miliar yang diserahkan kepada penyedia jasa konstruksi ternama di tingkat nasional kini jadi sorotan publik.
Pasalnya, aspal hotmix yang dihampar penyedia jasa konstruksi tersebut telah terlihat dingin, bahkan bisa dipegang dan diraba oleh tangan manusia tanpa sarung pengaman.
Pantauan KORAN PADANG, jelang penghamparan aspal, badan jalan tersebut tidak dibersihkan terlebih dahulu dari sisa material galian aspal yang telah digali. Kemudian, prime coat yang berfungsi untuk memberi ikatan antara lapisan pondasi dengan campuran aspal di atasnya guna mencegah terlepasnya butiran pondasi agregat, terlihat sudah mengering. Hal ini diduga akibat lemahnya fungsi pengawasan.
Padahal, suhu yang digunakan saat pelaksanaan penghamparan aspal memegang peranan penting dalam pelaksanaan pekerjaan jalan. Sebab, suhu aspal akan mempengaruhi kualitas aspal hotmix dikemudian hari.
Ujang (57 tahun) salah seorang masyarakat pengguna sekaligus pemerhati jalan mengatakan, saat pemasokan suhu aspal dari truck ke aspal Finisher harus mencapai 130-150 derajat celcius.
“Lalu saat pemadatan awal 100 – 125 derajat celcius. Kemudian, pemadatan akhir kurang lebih 97 derajat celcius. Ini hukumnya wajib dalam pelaksanaan konstruksi jalan,” beber Ujang, Senin (12/11).
Tak hanya itu, lanjut Ujang, tepatnya di ruas Jorong Guguak Dadok, pemadatan mutu aspal AC-WC yang telah dihampar juga terlihat asal jadi. Sejatinya, abu batu sangat membantu dalam kerekatan.
“Campuran aspal AC-WC membutuhkan abu batu lebih banyak dibandingkan AC-BC, karena lapisan AC-WC harus lebih rapat dan kedap terhadap air. Jika material abu batu ini dikurangi atau tidak sesuai dengan JMF, maka bisa menimbulkan kerusakan pada agregat,” ulasnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR kabupaten Sijunjung Syahriwan saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Ia mengaku akan melakukan croscek ke lapangan. “Tentu saya cek dulu ke lapangan,” ujarnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pemeliharaan rutin, Yose ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait mutu aspal AC-WC dan nilai anggaran pelaksanaannya melalui pesan WA, menyebut dirinya sedang berada di labor PU provinsi. (shb)