LIMAPULUH KOTA, KP – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Limapuluh Kota menggelar launching buku yang merupakan karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Suliki.
Buku tersebut berjudul “Pena di Balik Jeruji, Wujudkan Mimpi” dan diluncurkan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Limapuluh Kota, Senin lalu.
Pada acara ini, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, meresmikan peluncuran buku tersebut. Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Lapas Kelas III Suliki atas terobosan dan inovasi pembinaan yang telah dilakukan.
“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada Lapas Kelas III Suliki yang telah berhasil menciptakan terobosan dan inovasi dalam program pembinaannya. Ini merupakan yang pertama di Sumatera Barat, buku yang lahir di lapas dan ditulis langsung oleh para warga binaan,” ujar Bupati.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo, menerima piagam penghargaan dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Jumaidi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi dalam melaksanakan pelatihan menulis bagi warga binaan serta berhasil menerbitkan buku “Pena di Balik Jeruji, Wujudkan Mimpi”.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Haris Sukamto, dalam sambutan virtualnya, memberikan apresiasi kepada Lapas Suliki sebagai pelopor produk intelektual dari warga binaan.
“Produk intelektual warga binaan menjadi pelopor yang digagas oleh Lapas Kelas III Suliki. Selamat dan sukses untuk jajaran Lapas Suliki,” ucap Kakanwil.
Kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku bersama Bunda Literasi Limapuluh Kota, Ny. Nevi Safaruddin, dan Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo.
Mereka membahas mengenai produk pembinaan yang dikemas menjadi produk intelektual warga binaan Lapas Suliki.
Buku ini, yang berjumlah 172 halaman, menjadi karya pertama di Sumatera Barat yang lahir di balik jeruji.
Para peserta acara turut antusias bertanya dan mengikuti kegiatan tersebut. Pada akhir kegiatan, Pelopor Literasi Ny. Nevi membeli sebanyak 30 buku karya warga binaan Lapas Suliki. (*/eja)