Pasca-Kebakaran Pasar Kayu Tanam, Pemkab Jamin Penuhi Seluruh Kebutuhan Darurat Korban Terdampak

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG PARIAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman langsung bergerak cepat dalam menanggulangi pasca-kebakaran di Pasar Kayu Tanam yang menghanguskan 15 toko, Rabu (22/7).

Pemkab segera melakukan pembersihan puing-puing kebakaran, mendirikan posko darurat dan dapur umum, serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan pakaian bagi warga terdampak.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan nagari, instansi terkait, serta berbagai pihak lainnya untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk membantu para pedagang agar dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya.

Tak lama setelah api berhasil dipadamkan, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada para korban serta memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dalam penanganan dampak musibah.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah daerah akan memastikan seluruh kebutuhan darurat korban terpenuhi dan proses penanganan dilakukan secepat mungkin. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Bupati John Kenedy Azis.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan besaran kerugian yang ditimbulkan.

Pemerintah juga menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sembari memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.

Diberitakan sebelumnya, Kebakaran hebat melanda Pasar Kayutanam, Kecamatan 2×11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (22/7) sekitar pukul 10.13 WIB. Sedikitnya 15 petak kios ludes dilalap si jago merah dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga bermula dari kebocoran tabung gas yang memicu ledakan kompor di salah satu warung. Kobaran api kemudian dengan cepat menjalar ke deretan kios yang berdempetan, sehingga dalam waktu singkat melahap bangunan beserta seluruh isinya.

Mendapat laporan kejadian, Satpol PP-Damkar Padang Pariaman mengerahkan lima unit armada pemadam. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari berbagai daerah, yakni dua unit armada dari Kota Pariaman, serta masing-masing satu unit armada dari Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.

Berkat kerja sama lintas daerah dan kesigapan petugas gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan setelah hampir tiga jam proses pemadaman dan dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Satpol PP-Damkar Padang Pariaman, Rifki Monrizal mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang warga mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal dan telah mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Musibah ini tidak hanya menghanguskan tempat usaha para pedagang, tetapi juga memporak-porandakan kehidupan enam keluarga yang selama ini menjadikan kios pasar sebagai tempat tinggal. Seluruh harta benda, barang dagangan, pakaian, hingga perabot rumah tangga mereka habis dilalap api.

Salah seorang korban, Clara Sinta Dewi, pedagang santan kelapa, mengaku hanya sempat menyelamatkan kedua anaknya saat kobaran api mulai mendekati kios yang ditempatinya.

“Saat itu saya sedang menidurkan bayi dan menemani anak saya yang masih balita. Begitu mendengar teriakan warga, saya langsung menyelamatkan kedua anak saya. Semua barang dagangan, pakaian, dan perabot habis terbakar,” ungkapnya. (ak/*)

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!