LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Safaruddin meresmikan gedung baru UPTD SD Negeri 09 Maek di Jorong Sopan Tanah, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (25/1). Hal ini sebagai komitmen pemerintahan daerah untuk membangun di daerah terluar dan terjauh.
Sebagaimana diketahui, sekolah itu sudah berdiri sejak puluhan tahun silam dan kondisinya sudah tidak layak lagi. Pemkab Limapuluh Kota lalu melakukan rehabilitasi berat terhadap bangunan sekolah itu, sehingga jadi lebih representatif.
“Tahun 2022, SD 09 mendapatkan perhatian pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Alhamdulillah, tahun 2023 dengan dana sekitar Rp450 juta, bangunan sekolah ini direnovasi menjadi bangunan representatif,” kata Bupati Safaruddin.
Anggota DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Afri Efendi, Kepala DPMDN Endra Amzar, Kepala Distanhortbun Witra Porsepwandi, dan sejumlah undangan turut hadir dalam peresmian tersebut.
Bupati Safaruddin menekankan pentingnya percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan Kabupaten Limapuluh Kota. Fasilitas pendidikan yang representatif diharapkannya dapat meningkatkan motivasi belajar anak-anak. Selain itu, lanjut bupati, pemda juga hadir untuk memberikan layanan kepada masyarakat, seperti layanan dokumen kependudukan dan cek kesehatan gratis bagi warga Maek.
Pada kesempatan itu, bupati juga memerintahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memberikan layanan administrasi kependudukan setiap hari tanpa libur.
Sementara, Ketua Komite UPTD SD 09 Maek, Alisman, menyatakan kebanggaannya akan komitmen bupati dalam membangun daerah pinggiran. Ia mengapresiasi rehabilitasi berat yang diberikan pada sekolah setelah berpuluh tahun.
“Komitmen beliau sudah kami rasakan. Sudah puluhan tahun sekolah ini berdiri, baru sekarang mendapatkan rehabilitasi berat dari pemerintah,” ujar Alisman, anggota DPRD Limapuluh Kota periode 2009-2014. Ia berharap komitmen tersebut dapat dilanjutkan dan ditambah dengan program pembangunan lainnya yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah pinggiran Limapuluh Kota. (dst)
